• Rabu, 06 Mei 2026

Eva Dwiana Wanti-wanti Pengembang: Jangan Jadikan Perumahan Sumber Banjir Baru

Rabu, 06 Mei 2026 - 13.20 WIB
23

Wali Kota Eva Dwiana saat menerima kunjungan Real Estate Indonesia (REI) di Aula Semergou, Rabu (6/5/2026). Foto: Sri/Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Kota Bandar Lampung kian serius mendorong sektor properti sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Hal ini terlihat saat Wali Kota Eva Dwiana menerima kunjungan Real Estate Indonesia (REI) di Aula Semergou, Rabu (6/5/2026).

Pertemuan yang turut dihadiri Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, ini menjadi sinyal kuat bahwa Bandar Lampung tengah diproyeksikan sebagai kawasan hunian modern yang tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Eva menegaskan bahwa posisi Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi menjadikannya magnet pertumbuhan sektor jasa, perdagangan, sekaligus permukiman. Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan perumahan tidak boleh semata berorientasi bisnis.

“Hunian layak adalah kebutuhan dasar masyarakat. Di sinilah peran REI sangat strategis, terutama dalam menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus membuka lapangan kerja,” ujar Eva.

Tak hanya bicara pembangunan, Pemkot juga menggenjot kemudahan investasi. Eva memastikan pihaknya terus menyederhanakan sistem perizinan agar lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

"Langkah ini diharapkan mampu menarik lebih banyak pengembang untuk berinvestasi di Bandar Lampung, " kata dia.

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat pembangunan infrastruktur pendukung, mulai dari akses jalan hingga fasilitas umum di kawasan perumahan baru. Strategi ini dinilai penting untuk memastikan kawasan hunian berkembang secara terintegrasi.

Namun, di tengah dorongan investasi tersebut, Eva memberi peringatan tegas kepada para pengembang. Ia menekankan bahwa pembangunan harus tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan lingkungan.

“Ruang terbuka hijau dan sistem drainase harus diperhatikan. Jangan sampai pembangunan hari ini justru menjadi masalah banjir di masa depan,” tegasnya.

Pertemuan ini menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara Pemkot Bandar Lampung dan REI. Dengan sinergi tersebut, pembangunan perumahan diharapkan tidak hanya mempercepat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga benar-benar meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, menegaskan bahwa persoalan banjir di Bandar Lampung tidak bisa dilepaskan dari pesatnya pembangunan permukiman yang kerap mengabaikan sistem drainase dan tata ruang.

“Perencanaan tata kota itu kuncinya. Developer tidak bisa membangun kalau tidak dapat izin. Kalau mau mendesain kawasan, ajak kami bicara. Kita sama-sama memberikan kontribusi,” ujar Joko.

Ia menekankan, pengembang harus menjadi bagian dari solusi, bukan justru memperparah masalah. REI pun menawarkan konsep hunian hijau yang mengedepankan keseimbangan antara pembangunan dan lingkungan.

Sebagai bukti konkret, REI saat ini tengah mengembangkan kawasan berbasis lingkungan di Kota Baru dengan menanam sekitar 5.000 pohon di atas lahan seluas 5,4 hektare. Langkah ini disebut sebagai bagian dari komitmen menjaga ekosistem sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami bangun airnya juga, dan sudah ribuan pohon yang ditanam. Ini cara kami menyayangi bumi,” jelasnya. (*)