Jalan Nasional di Batu Brak Lampung Barat Kerap Tergenang, Warga Minta Penanganan Serius
Tampak kondisi jalan di Pekon (Desa) Canggu, Kecamatan Batu Brak, yang kerap terendam banjir saat hujan deras mengguyur. Foto: Echa/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Sejumlah masyarakat
mengeluhkan kondisi ruas jalan nasional di Pekon (Desa) Canggu, Kecamatan Batu
Brak, yang kerap terendam banjir saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Genangan air yang menutupi badan jalan dinilai menghambat aktivitas sekaligus
membahayakan para pengguna jalan.
Kondisi ini disebut sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapatkan penanganan yang maksimal. Setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, air dengan cepat menggenangi ruas jalan utama tersebut, bahkan dalam waktu yang relatif singkat setelah hujan dimulai.
Warga setempat mengungkapkan, genangan air yang terjadi tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang kesulitan melihat kondisi jalan di bawah permukaan air.
“Kalau sudah hujan deras, jalan ini pasti tergenang. Kadang cukup dalam, jadi berbahaya, apalagi kalau ada lubang yang tidak kelihatan,” ujar salah satu warga setempat saat diminta keterangan, Selasa (5/5/2026).
Selain itu, ruas jalan tersebut merupakan akses utama yang memiliki mobilitas cukup tinggi setiap harinya. Jalan ini dilalui berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga kendaraan angkutan barang yang menghubungkan antar wilayah di Lampung Barat.
Dengan tingginya volume kendaraan, genangan air di badan jalan dinilai semakin memperparah kondisi lalu lintas. Tidak jarang terjadi kemacetan akibat kendaraan harus memperlambat laju saat melintasi titik genangan.
Masyarakat juga menyoroti minimnya solusi dari pemerintah dalam menangani persoalan banjir yang terjadi di lokasi tersebut. Mereka menilai upaya yang dilakukan selama ini belum menyentuh akar permasalahan.
Padahal, belum lama ini pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) telah melakukan perbaikan terhadap sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan di ruas tersebut.
Namun, perbaikan itu dinilai belum efektif karena tidak diiringi penanganan masalah genangan air. “Percuma jalan diperbaiki kalau setiap hujan tetap banjir. Aspal jadi cepat rusak lagi,” kata warga lainnya dengan nada kecewa.
Hal senada disampaikan Dika, salah satu pengendara yang kerap melintas di ruas jalan tersebut. Ia mengaku harus ekstra hati-hati setiap kali melewati lokasi saat hujan turun.
“Kalau hujan deras, saya biasanya pelan sekali. Takut ada lubang yang tidak terlihat karena tertutup air. Ini sangat membahayakan,” ujar Dika.
Menurutnya, genangan air tidak hanya merusak jalan, tetapi juga berdampak pada keselamatan pengguna jalan. Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Warga bahkan mempertanyakan apakah persoalan banjir di ruas jalan tersebut tidak menjadi perhatian serius pemerintah. Mereka menilai, perbaikan jalan yang dilakukan terkesan tidak tepat sasaran.
Sejumlah warga membandingkan, ada beberapa titik jalan yang dinilai belum mengalami kerusakan parah justru diprioritaskan untuk diperbaiki. Bahkan, menurut mereka, terdapat bagian jalan yang belum berlubang namun sudah ditandai dan ikut diperbaiki.
Sementara itu, masalah genangan air yang telah berlangsung bertahun-tahun justru belum mendapatkan solusi yang jelas. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses jalan tersebut.
Warga berharap pemerintah, khususnya instansi terkait, dapat segera melakukan kajian menyeluruh terhadap penyebab banjir di ruas jalan tersebut, seperti sistem drainase yang tidak berfungsi optimal atau kondisi geografis wilayah.
Mereka juga meminta adanya langkah penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan, sehingga perbaikan jalan yang dilakukan tidak sia-sia dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pengguna jalan. (*)
Berita Lainnya
-
Musorkab KONI Lambar Bongkar Masalah Klasik: Anggaran Minim, Pengcab Belum Aktif
Rabu, 06 Mei 2026 -
Data Bansos Kerap Bermasalah, Pemkab Lampung Barat Perkuat Peran Operator SIKS-NG
Selasa, 05 Mei 2026 -
Dua Bocah Korban Tenggelam di Belalau Lampung Barat Ditemukan Meninggal
Selasa, 05 Mei 2026 -
Dua Anak Terseret Arus Sungai Way Semaka di Belalau, Satu Tewas, Satu Belum Ditemukan
Selasa, 05 Mei 2026








