• Rabu, 06 Mei 2026

Dilepas Gubernur Lampung, Intan Group Ekspor Perdana 3.330 Ton Tepung Tapioka ke Tiongkok

Selasa, 05 Mei 2026 - 11.49 WIB
124

Penyerahan Sertifikat Fitosanitari dari Badan Karantina kepada CV. Central Intan, Selasa (5/5/2026). Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - CV Central Intan, anak perusahaan Intan Group, resmi melakukan ekspor perdana tepung tapioka ke pasar internasional melalui Pelabuhan Panjang, Selasa (5/5/2026).

Sebanyak 3.330 ton tepung tapioka asal Lampung dikirim ke Tiongkok dengan nilai mencapai Rp26 miliar. Ekspor ini menjadi langkah awal dalam memperluas pasar komoditas unggulan Lampung ke tingkat global.

Pelepasan ekspor dilakukan oleh Gubernur Lampung Rahmad Mirzani Djausal bersama Owner Intan Group Jeremi Gozal dan Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, serta dihadiri sejumlah pejabat daerah dan stakeholder terkait.

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Intan Group dengan Pelindo, Badan Karantina Indonesia, serta dukungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Owner Intan Group, Jeremi Gozal, menegaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari dorongan pemerintah daerah untuk mendorong pelaku usaha menembus pasar ekspor.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Lampung, terutama kepada Pak Gubernur, yang mengajarkan bahwa kita harus mengandalkan pasar internasional untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Provinsi Lampung," ujar Jeremi.

Ia mengungkapkan, saat awal kepemimpinan gubernur, harga singkong tengah mengalami penurunan, sehingga pelaku usaha didorong untuk mencari alternatif pasar melalui ekspor.

"Waktu pertama Pak Gubernur dilantik, harga singkong sedang parah. Kami sebagai pengusaha ditekankan untuk mencari pasar ekspor, dan ekspor perdana Intan Group ini merupakan hasil dorongan tersebut," jelasnya.

Jeremi juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga dan pihak-pihak yang selama ini mendukung perjalanannya dalam mengembangkan usaha.

"Saya ditinggal orang tua sejak umur 19 tahun, jadi saya sangat berterima kasih kepada kakak-kakak saya dan semua pihak yang sudah mendampingi perjuangan ini," ungkapnya.

Meski Tiongkok menjadi tujuan ekspor perdana, Jeremi mengakui tantangan dari sisi harga masih menjadi perhatian.

"Selain ke Tiongkok kami juga melihat peluang ke Korea Selatan, Bangladesh, dan Thailand yang sudah meminta penawaran harga," tambahnya.

Ekspor ini sekaligus menjadi momentum penguatan industri hilir berbasis singkong di Lampung, yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah serta kesejahteraan petani dan pelaku usaha lokal.

Pemerintah Provinsi Lampung menyambut positif langkah tersebut sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis ekspor dan memperkuat posisi Lampung sebagai sentra industri pengolahan hasil pertanian nasional.

Ke depan, ekspor komoditas turunan singkong diharapkan terus meningkat seiring terbukanya akses pasar global yang semakin luas. (*)