• Rabu, 06 Mei 2026

Bocah 8 Tahun di Pringsewu Tewas Tenggelam di Kolam Ikan

Selasa, 05 Mei 2026 - 10.45 WIB
34

Polisi bersama warga saat menunjukkan lokasi kolam tempat seorang bocah tenggelam di Pringsewu. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Pringsewu – Pagi yang seharusnya menjadi waktu bermain berubah menjadi tragedi di Pekon Purwodadi, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Minggu (3/5/2026). Seorang bocah berusia 8 tahun ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam ikan yang berada di area persawahan.

Korban diketahui bernama Yongki Agil Prabowo, siswa kelas 1 sekolah dasar yang merupakan warga setempat. Ia sebelumnya terlihat bermain bersama temannya di sekitar lokasi kejadian sekitar pukul 08.00 WIB.

Sekitar satu jam berselang, suasana berubah panik saat seorang anak berteriak meminta tolong. Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung bergegas menuju sumber suara. Anak itu menunjuk ke arah kolam, memberi isyarat bahwa temannya diduga tenggelam.

Tanpa menunggu lama, warga langsung menceburkan diri ke dalam kolam untuk melakukan pencarian. Namun nahas, saat korban berhasil ditemukan dan diangkat ke permukaan, kondisinya sudah tidak bergerak.

Kapolsek Sukoharjo, AKP Juniko, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan laporan pertama diterima sekitar pukul 09.00 WIB, dan petugas segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

“Peristiwa ini pertama kali diketahui warga sekitar pukul 09.00 WIB,” ujar AKP Juniko mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra, Senin (4/5/2026).

Polisi kemudian berkoordinasi dengan tim Inafis Satreskrim Polres Pringsewu dan tenaga medis dari Puskesmas Adiluwih guna melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan awal terhadap korban.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban terpeleset saat berada di sekitar kolam yang memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter dan berukuran cukup luas, yakni kurang lebih 13x25 meter.

“Dugaan sementara korban terpeleset saat bermain di sekitar kolam. Namun penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut masih terus kami dalami,” jelas Kapolsek.

Diketahui, lokasi kolam berada cukup jauh dari permukiman, sekitar 1,5 kilometer dari rumah korban. Sebelum kejadian, korban disebut tengah bermain sepeda bersama temannya di area tersebut.

Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban pun telah diserahkan untuk dimakamkan.

Kapolsek mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di luar rumah, terutama di area yang berisiko seperti perairan dan persawahan. 

“Kami mengingatkan agar orang tua tidak lengah dalam mengawasi anak, guna mencegah kejadian serupa terulang,” pungkasnya. (*)