• Jumat, 01 Mei 2026

Daya Beli Warga Lampung Menguat, Transaksi Kendaraan Tembus Rp2,5 Triliun di Awal 2026

Jumat, 01 Mei 2026 - 16.48 WIB
21

Data penjualan kendaraan Bapenda Lampung. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Daya beli masyarakat Provinsi Lampung menunjukkan tren positif pada triwulan I tahun 2026. 

Indikasi ini terlihat dari meningkatnya transaksi pembelian kendaraan bermotor baru sepanjang Januari hingga Maret 2026.

Berdasarkan data perbandingan, jumlah kendaraan baru yang terjual naik signifikan dari 32.858 unit pada periode Januari - Maret 2025 menjadi 39.817 unit pada periode yang sama tahun 2026. 

Artinya, terjadi kenaikan sebanyak 6.959 unit atau tumbuh sekitar 21 persen secara tahunan (year-on-year).

Tidak hanya dari sisi jumlah, peningkatan juga tercermin dari nilai transaksi. Sepanjang triwulan I 2026, total nilai pembelian kendaraan bermotor baru di Lampung diperkirakan mencapai sekitar Rp2,5 triliun. 

Angka ini merupakan akumulasi transaksi kendaraan roda dua dan roda empat, yang dihitung berdasarkan komponen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Secara rinci, kendaraan roda dua menyumbang nilai transaksi sekitar Rp1,03 triliun. Sementara itu, kendaraan roda empat memberikan kontribusi lebih besar, yakni sekitar Rp1,49 triliun.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Saipul, menilai capaian tersebut menjadi sinyal kuat membaiknya konsumsi masyarakat.

"Peningkatan ini menunjukkan daya beli masyarakat Lampung terus menguat. Pembelian kendaraan bermotor sebagai barang tahan lama mencerminkan meningkatnya kemampuan finansial, kemudahan akses pembiayaan, serta kepercayaan terhadap kondisi ekonomi daerah," ujarnya saat memberikan keterangan, Jum'at (1/5/2026). 

Lebih lanjut, Saipul menjelaskan bahwa transaksi kendaraan bermotor turut memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian.

"Perputaran uang hingga Rp2,5 triliun ini menggerakkan berbagai sektor, mulai dari lembaga pembiayaan, asuransi, dealer, bengkel, hingga perdagangan suku cadang. Di sisi lain, hal ini juga berdampak positif terhadap penerimaan daerah dari PKB dan BBNKB," tambahnya.

Peningkatan pembelian kendaraan baru pada awal tahun ini tidak hanya mencerminkan kebutuhan mobilitas yang meningkat, tetapi juga menjadi indikator membaiknya aktivitas ekonomi di Provinsi Lampung.

"Momentum ini diharapkan dapat terus terjaga melalui peningkatan kualitas layanan publik, kemudahan administrasi, penguatan infrastruktur, serta kebijakan ekonomi yang adaptif," tutupnya. (*)