• Rabu, 29 April 2026

Selama Menjabat Gubernur Lampung, Harta Arinal Djunaidi Naik Rp 10,5 Miliar

Rabu, 29 April 2026 - 11.06 WIB
75

Selama Menjabat Gubernur Lampung, Harta Arinal Djunaidi Naik Rp 10,5 Miliar. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Selama menjabat sebagai Gubernur Lampung periode 2019-2024, harta kekayaan Arinal Djunaidi meningkat sebesar Rp10.547.306.048. Berikut rincian daftar harta kekayaan Arinal.

Dilansir dari website Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, harta kekayaan Arinal Djunaidi di tahun 2019 saat baru menjabat sebesar Rp18.097.215.348.

Rincian :

  • Tanah dan bangunan Rp7.090.120.000
  • Alat transportasi dan mesin Rp517.627.000
  • Harta bergerak lainnya Rp320.186.200
  • Kas dan setara kas Rp10.184.173.484
  • Hutang Rp14.891.336

Kemudian di tahun 2020 harta Arinal naik Rp2.117.702.351 menjadi sebesar Rp20.214.917.699.

Rincian :

  • Tanah dan bangunan Rp7.090.120.000
  • Alat transportasi dan mesin Rp517.627.000
  • Harta bergerak lainnya Rp320.186.200
  • Kas dan setara kas Rp12.301.875.835
  • Hutang Rp14.891.336

Harta kekayaan Arinal tahun 2021 kembali naik Rp2.385.784.873 menjadi sebesar Rp22.600.702.572.

Rincian : 

  • Tanah dan bangunan Rp7.090.120.000
  • Alat transportasi dan mesin Rp494.627.000
  • Harta bergerak lainnya Rp320.186.200
  • Kas dan setara kas Rp14.710.660.708
  • Hutang Rp14.891.336

Di tahun 2022 harta Arinal sedikit naik Rp643.075.000 menjadi sebesar Rp23.243.777.572.

Rincian :

  • Tanah dan bangunan Rp7.533.195.000
  • Alat transportasi dan mesin Rp494.627.000
  • Harta bergerak lainnya Rp320.186.200
  • Kas dan setara kas Rp14.910.660.708
  • Hutang Rp14.891.336

Kenaikan tertinggi harta kekayaan Arinal terjadi pada tahun 2023 sebesar Rp5.400743.824 menjadi Rp28.644.521.396.

Rincian :

1. Tanah dan bangunan Rp9.669.045.000

  • Tanah seluas 256 m2 di Kota Kota Bandar Lampung , hasil sendiri Rp41.040.000.
  • Tanah dan bangunan seluas 242 m2/180 m2 di Kota Bogor, hasil sendiri Rp955.000.000.
  • Tanah dan bangunan seluas 882 m2/225 m2 di Kota Kota Bandar Lampung, hasil sendiri Rp2.485.980.000.
  • Tanah dan bangunan seluas 240 m2/233 m2 di Kota Tangerang, hasil sendiri Rp2.852.000.000.
  • Tanah dan bangunan seluas 129 m2/60 m2 di Kabupaten Sleman, hasil sendiri Rp742.600.000.
  • Tanah seluas 35.446 m2 di Kabupaten Lampung Tengah, hasil sendiri Rp443.075.000.
  • Tanah seluas 17.010 m2 di Kabupaten Pesawaran, Rp238.000.000.
  • Tanah seluas 800 m2 di Kabupaten Lampung Selatan, hasil sendiri Rp160.000.000.
  • Tanah seluas 14.641 m2 di Kota Bandar Lampung, hasil sendiri Rp270.000.000.
  • Tanah seluas 148 m2 di Kota Bandar Lampung, hasil sendiri Rp162.800.000.
  • Tanah seluas 147 m2 di Kota Bandar Lampung, hasil sendiri Rp162.800.000.
  • Tanah seluas 1.090 m2 di Kabupaten Pesisir Barat, hasil sendiri Rp185.000.000.
  • Tanah seluas 495 m2 di Kabupaten Pesisir Barat, hasil sendiri Rp123.750.000.
  • Tanah seluas 2.960 m2 di Kabupaten Lampung Selatan, hasil sendiri Rp222.000.000.
  • Tanah seluas 580 m2 di Kota Bandar Lampung, hasil sendiri Rp625.000.000.


2. Alat transportasi dan mesin Rp494.627.000.

  • Mobil, Toyota Minibus Tahun 2008, hasil sendiri Rp. 159.627.000
  • Mobil, Toyota Camry Tahun 2013, hasil sendiri Rp. 225.000.000
  • Mobil, Honda BRV Tahun 2016, hasil sendiri Rp. 110.000.000
  • Harta bergerak lainnya Rp320.186.200.
  • Kas dan setara kas Rp18.160.663.196 .

Untuk diketahui, Kejaksaan Tinggi Lampung menahan mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Participating Interest (PI) 10 persen di PT Lampung Energi Berjaya (LEB). Berikut harta kekayaan Arinal selama menjabat sebagai Gubernur Lampung.

Kepala Kejati Lampung, Danang Suryo Wibowo, menegaskan bahwa status hukum Arinal meningkat setelah penyidik mengantongi minimal dua alat bukti yang sah.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan gelar perkara, disimpulkan telah ditemukan dua alat bukti terkait keterlibatan saudara ARD (Arinal Djunaidi) dalam dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana PI 10 persen,” ujar Danang dalam konferensi persnya, Selasa (28/4/26) malam. (*)