• Rabu, 29 April 2026

Jelang May Day 2026, Polres Metro Gelar Simulasi Antisipasi Aksi Massa

Rabu, 29 April 2026 - 09.58 WIB
40

Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan saat menyampaikan amanatnya kepada para personil. Foto: Arby/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026, jajaran Polres Metro meningkatkan kesiapsiagaan melalui penguatan pasukan Pengendalian Massa (Dalmas), Rabu (29/4/2026).

Dari pantauan Kupastuntas.co, ratusan personel dari berbagai satuan diterjunkan dalam latihan intensif atau simulasi guna memastikan pengamanan aksi unjuk rasa berjalan tertib, aman, dan sesuai prosedur.

Latihan yang digelar di lingkungan Mapolres Metro tersebut tidak hanya berfokus pada aspek teknis pengendalian massa, tetapi juga menitikberatkan pada kesiapan mental dan profesionalisme personel dalam menghadapi dinamika di lapangan. 

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dini terhadap potensi eskalasi massa, khususnya pada momentum yang kerap diwarnai penyampaian aspirasi publik secara besar-besaran.

Kapolres Metro, AKBP Hangga Utama Darmawan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan di tingkat Polda untuk memastikan seluruh kekuatan dan perlengkapan yang dimiliki benar-benar dalam kondisi siap pakai.

“Dari Pak Kapolda perintahnya agar kami menggelar seluruh sarana dan prasarana yang kami miliki, sehingga dapat diketahui apa saja yang perlu dibenahi. Hari ini kami melaksanakan cek and ricek terakhir, termasuk kesiapan personel dalam memberikan pelayanan pengamanan unjuk rasa ke depan. Dengan begitu, pelaksanaan di lapangan bisa sesuai dengan SOP yang berlaku,” ujar Hangga, Rabu (29/4/2026).

Ia menekankan bahwa pendekatan yang diutamakan dalam pengamanan aksi unjuk rasa adalah pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional yang harus dijamin, namun tetap dalam koridor hukum dan ketertiban umum.

“Titik tekannya adalah memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Personel harus mengedepankan profesionalitas, meskipun dalam pelaksanaannya dilakukan secara bertahap atau step by step sesuai prosedur,” jelasnya.

Meski hingga saat ini belum terdapat laporan resmi terkait rencana aksi unjuk rasa di wilayah Metro pada May Day mendatang, Polres tetap memilih bersikap proaktif. Kesiapan personel dan perlengkapan dinilai sebagai faktor krusial untuk mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.

“Untuk aksi unjuk rasa sampai hari ini belum ada laporan masuk. InsyaAllah situasi di Metro tetap kondusif, aman, dan damai,” tambahnya.

Penguatan pasukan Dalmas ini juga menjadi sinyal bahwa aparat kepolisian tidak ingin kecolongan dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

Di sisi lain, langkah ini diharapkan mampu membangun kepercayaan publik bahwa aparat hadir tidak semata sebagai pengendali, tetapi juga sebagai pelindung hak-hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

Di tengah meningkatnya kesadaran publik terhadap isu-isu ketenagakerjaan, peringatan May Day kerap menjadi ruang ekspresi kolektif bagi buruh dan elemen masyarakat lainnya.

Oleh karena itu, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil menjadi kunci utama agar momentum tersebut tetap berjalan damai tanpa mengurangi substansi aspirasi yang disampaikan.

Dengan latihan yang terus dimatangkan, Polres Metro berupaya memastikan bahwa setiap potensi kerawanan dapat diantisipasi secara terukur.

Profesionalisme aparat di lapangan pun akan menjadi sorotan, seiring tuntutan publik terhadap penegakan hukum yang humanis dan berkeadilan. (*)