Rp38,5 Miliar Digelontorkan, Pemprov Lampung Kebut Perbaikan Jalan Tubaba
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat meninjau perbaikan jalan di Tulang Bawang Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi
(Pemprov) Lampung terus menggenjot pembangunan dan perbaikan jalan provinsi
secara bertahap di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).
Pada 2026, salah satu proyek yang mulai dikerjakan adalah ruas Bandar Sakti - SP Daya Murni, ditandai dengan groundbreaking yang dilakukan oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Selasa (28/4/2026).
Tak hanya itu, perbaikan juga menyasar ruas SP Daya Murni - Gunung Batin. Kedua ruas tersebut merupakan bagian dari empat paket prioritas pembangunan jalan provinsi tahun 2026 dengan total anggaran mencapai Rp38,5 miliar.
Ruas Bandar Sakti - SP Daya Murni memiliki panjang 10 kilometer, dengan kondisi tidak mantap sepanjang 1,1 kilometer. Tahun ini, penanganan difokuskan sepanjang 840 meter dengan anggaran Rp6,6 miliar menggunakan konstruksi flexible pavement.
Sementara ruas SP Daya Murni - Gunung Batin yang memiliki panjang 12,3 kilometer, tercatat 2,5 kilometer dalam kondisi tidak mantap. Perbaikan tahun ini difokuskan sepanjang 1 kilometer dengan anggaran Rp7,6 miliar, juga menggunakan metode flexible pavement.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela menyampaikan, meski baru empat paket yang dapat dianggarkan tahun ini, pembangunan akan terus berlanjut secara konsisten ke depan.
"Pada 2026 ini kami baru bisa menganggarkan empat paket pembangunan ruas jalan provinsi di Tubaba. Namun ke depan, pembangunan ini akan terus dilanjutkan secara konsisten sesuai arahan Bapak Gubernur," ujarnya.
Menurutnya, pembangunan jalan bukan sekadar memperbaiki konektivitas, tetapi juga menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
Apalagi, ruas-ruas tersebut mendukung distribusi komoditas unggulan Lampung seperti kelapa sawit, jagung, padi, dan ubi kayu.
"Jalan ini adalah urat nadi ekonomi. Dari sinilah perputaran uang terjadi hingga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," kata Jihan.
Ia juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung untuk meningkatkan kemantapan jalan. Dari empat paket yang dikerjakan tahun ini, tingkat kemantapan jalan di Tubaba diproyeksikan mencapai 70,56 persen pada akhir 2026.
"Ini peningkatan yang signifikan. Insya Allah pada 2029, kemantapan jalan provinsi di seluruh kabupaten/kota bisa mencapai 98 persen," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Jihan mengingatkan seluruh pihak mulai dari Dinas BMBK, UPTD, hingga kontraktor untuk menjaga kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi.
Ia juga mengajak pemerintah daerah dan masyarakat turut mengawasi, termasuk menjaga drainase dan menekan kendaraan over dimension over load (ODOL) yang berpotensi merusak jalan.
Sementara itu, Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya fokus pada badan jalan, tetapi juga pembangunan drainase guna meningkatkan daya tahan infrastruktur.
"Kontrak dimulai awal April dan progres sudah terlihat. Jika lancar, bulan depan bisa selesai, meskipun kontrak hingga September," jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan flexible pavement mempercepat pengerjaan, namun tantangan terbesar tetap pada sistem drainase, terutama di wilayah dengan kontur datar.
"Drainase sangat menentukan umur jalan. Kami juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk menjaga aliran air agar fungsi drainase tetap optimal," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Sempat Buron, Pelaku Penyiraman Air Keras di Tubaba Ditangkap di Lampung Tengah
Jumat, 20 Maret 2026 -
Warga Tumijajar Sambut Antusias Peluang Kerja dari SGC
Jumat, 13 Maret 2026 -
SGC Buka Puluhan Ribu Lapangan Kerja untuk Percepat Kamandirian Pangan
Rabu, 11 Maret 2026 -
Asik Pesta Sabu, 2 Pemuda di Tubaba Digerebek Polisi
Rabu, 28 Februari 2024








