Dua Hari Hilang, Pemuda di Pesawaran Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Rambutan
Dua Hari Hilang, Pemuda di Pesawaran Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Rambutan. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Pesawaran – Warga Dusun Talang Baru, Desa Gedung Gumanti, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran digegerkan dengan penemuan seorang pemuda yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di area kebun, Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Korban diketahui bernama Weli bin Syaiful Anwar (29), warga Dusun Talang Baru RT 019/RW 007, Desa Gedung Gumanti. Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu (22/4/2026) pagi setelah berpamitan kepada keluarga untuk pergi berolahraga lari (marathon) pagi.
Menurut keterangan warga, hingga sore hari korban tidak kunjung pulang ke rumah. Kondisi tersebut membuat pihak keluarga merasa khawatir dan mulai melakukan pencarian.
Kecurigaan semakin menguat setelah sejumlah teman korban melihat status WhatsApp milik korban yang berisi pesan perpisahan serta permohonan maaf kepada keluarga dan teman-temannya.
Upaya pencarian kemudian dilakukan oleh keluarga bersama warga dan perangkat desa. Hingga akhirnya pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, dua warga bernama Fredi Ansyah dan Habib Ferdiansyah menemukan korban di area kebun yang tidak jauh dari rumahnya.
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tergantung menggunakan seutas tali tambang yang diikatkan pada pohon rambutan. Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada aparat desa dan diteruskan ke pihak Kepolisian Sektor Tegineneng.
Mendapatkan laporan tersebut, petugas Polsek Tegineneng bersama tim Inafis Polres Pesawaran serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Tegineneng langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap jenazah.
Dari hasil pemeriksaan luar oleh petugas kesehatan, korban dinyatakan telah meninggal dunia lebih dari 48 jam sebelum ditemukan.
Pada tubuh korban ditemukan bekas jeratan tali di bagian leher serta tanda-tanda pembusukan, namun tidak ditemukan adanya tanda kekerasan atau penganiayaan.
Sejumlah barang bukti turut diamankan dari lokasi kejadian, di antaranya seutas tali tambang dan sepasang sandal milik korban.
Setelah proses olah TKP selesai, jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Tegineneng dan dibawa ke rumah duka.
Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang diperkuat dengan surat pernyataan resmi.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendataan dan memastikan tidak adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. (*)
Berita Lainnya
-
Pasutri di Pesawaran Disambar Petir Saat Pulang dari Kebun, Istri Tewas
Selasa, 14 April 2026 -
Monitoring Kebun Jagung Kemitraan GNTI, Persiapan Panen Raya 1.500 Hektare
Selasa, 07 April 2026 -
Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda Perkuat Akses dan Konektivitas Masyarakat Desa Sukaraja
Rabu, 01 April 2026 -
Pemkab Pesawaran Gelar Apel dan Halal Bihalal, Bupati Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik
Senin, 30 Maret 2026








