• Rabu, 22 April 2026

Lift Dimatikan dan AC Bermasalah, Pegawai Gedung Satu Atap Bandar Lampung Mengeluh Panas

Rabu, 22 April 2026 - 16.12 WIB
34

Salah satu lift di Gedung Satu Atap Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, yang sengaja dimatikan, Rabu (22/4/2026). Foto: Sri/kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sejumlah pegawai yang berkantor di Gedung Satu Atap Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengeluhkan kondisi lingkungan kerja yang dinilai tidak nyaman. Selain satu lift yang tidak beroperasi, pendingin udara (AC) sentral di beberapa lantai juga dilaporkan tidak berfungsi.

"AC sentral mati sudah ada satu bulanan ini, jadi kasihan staf pada kepanasan,” ujar salah satu pegawai yang berkantor di lantai atas, Rabu (22/4/2026).

"Selain itu juga lift yang satu bagian kiri mati, sudah hampir satu minggu ini, " jelasnya.

Keluhan tersebut terutama dirasakan pegawai di lantai atas, yang harus menghadapi suhu ruangan panas akibat tidak berfungsinya sistem pendingin udara.

Untuk diketahui, perawatan AC sentral di gedung tersebut menjadi tanggung jawab Bagian Umum Pemkot Bandar Lampung.

"Perawatan nya dibagian umum. Kita sudah lama buat laporan soal AC dan katanya bertahap, tapi sampai sekarang belum, " katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Umum Pemkot Bandar Lampung, Eka Yunata, membenarkan bahwa salah satu lift di Gedung Satu Atap sengaja dimatikan sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran.

"Lift bukan rusak, tapi dimatikan karena efisiensi sesuai arahan Wali Kota. Memang ada penghematan, termasuk imbauan untuk memadamkan sebagian penggunaan listrik,” jelas Eka.

Ia juga mengungkapkan bahwa AC sentral di lantai 1 hingga 3 saat ini sedang dalam proses perawatan akibat kebocoran pipa. Sementara itu, untuk lantai 10, terdapat kendala pada sistem blower yang mengalami panas berlebih.

"Di lantai 10 ada masalah, kami sedang memesan blower karena mesin mengalami panas. Kendalanya karena mesin berada di ruangan tertutup di lantai 5 dan 6,” tambahnya.

Eka memastikan bahwa kondisi berbeda terjadi di Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) yang hingga kini masih dalam kondisi normal tanpa gangguan fasilitas.

Terkait perbaikan menyeluruh, ia mengakui belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena keterbatasan anggaran. Perbaikan secara bertahap direncanakan akan kembali diusulkan pada APBD Perubahan dan tahun anggaran berikutnya.

"Perbaikan sekaligus belum memadai dananya, jadi kemungkinan akan dianggarkan lagi tahun depan. Untuk perawatan, Dinas Pekerjaan Umum juga turut melakukan pengadaan peralatan di hampir semua lantai,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengecekan fasilitas dilakukan secara rutin setiap dua bulan sekali. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, dilakukan penyesuaian operasional, termasuk pengurangan penggunaan fasilitas pada hari tertentu seperti Jumat, guna menekan biaya. (*)