80 Persen Kebakaran di Lambar Dipicu Korsleting Listrik, Bupati Minta BPBD-Kades Kordinasi dengan PLN
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat mengunjungi warga korban kebakaran di Pemangku Taman Jaya, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Mayoritas kasus kebakaran di
Kabupaten Lampung Barat disebabkan oleh korsleting listrik. Pemerintah daerah
mencatat hampir 80 persen peristiwa kebakaran yang terjadi dipicu oleh masalah
instalasi listrik, baik akibat kelalaian maupun kondisi jaringan yang sudah
tua.
Hal tersebut disampaikan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus,
saat meninjau lokasi kebakaran di Pemangku Taman Jaya, Pekon Kubu Perahu,
Kecamatan Balik Bukit, bersama jajaran perangkat daerah, Rabu (22/4/2026).
Kunjungan itu dilakukan menyusul peristiwa kebakaran yang
terjadi pada Senin malam (20/04), yang menghanguskan tiga unit rumah warga.
Rumah milik Edi, Dedi, dan Bambang ludes dilalap api dalam kejadian tersebut.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil ditaksir
mencapai ratusan juta rupiah. Parosil Mabsus menegaskan, tingginya angka
kebakaran akibat korsleting listrik harus menjadi perhatian serius semua pihak,
baik pemerintah maupun masyarakat.
“Beberapa kasus kebakaran di Lampung Barat ini hampir 80 persen
sumbernya dari korsleting listrik. Bisa jadi karena kelalaian masyarakat, atau
juga karena jaringan listrik yang sudah cukup lama,” ujarnya.
Kondisi itu menunjukkan adanya persoalan berulang yang perlu
segera ditangani melalui langkah konkret dan terukur. Sebagai tindak lanjut, ia
meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), camat, dan peratin untuk
berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Koordinasi difokuskan pada pemeriksaan instalasi listrik milik
warga guna mengantisipasi potensi korsleting yang dapat memicu kebakaran. Ia
menilai, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari
sisi pemerintah, tetapi juga melibatkan peran aktif masyarakat.
Ia menekankan pentingnya perubahan kebiasaan di tingkat rumah
tangga sebagai langkah awal mencegah kebakaran.
Menurutnya, selain korsleting listrik, kebakaran juga kerap
disebabkan oleh kelalaian penggunaan kompor yang tidak dimatikan.
“Musibah kebakaran paling sering karena dua hal, yaitu
korsleting listrik dan kompor yang lupa dimatikan. Saya minta warga membiasakan
diri untuk mengecek sebelum keluar rumah, mencabut colokan yang tidak perlu,
dan memastikan kompor sudah mati,” imbaunya.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan petugas pemadam kebakaran
agar selalu siaga dan menjalankan tugas secara optimal dalam menangani setiap
kejadian. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan
kepada para korban sebagai bentuk respons cepat atas musibah yang terjadi.
Parosil Mabsus menegaskan, langkah koordinasi dengan PLN dan
peningkatan kesadaran masyarakat diharapkan mampu menekan angka kebakaran di
Lampung Barat ke depan.
“BPBD, camat, dan peratin sudah saya minta berkoordinasi dengan
PLN untuk memeriksa instalasi listrik warga. Namun, pencegahan utama tetap dari
kebiasaan kita di rumah,” pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Disdikbud Lampung Barat Percepat Digitalisasi Pendidikan Lewat TKA Berbasis Teknologi
Selasa, 21 April 2026 -
Jelang Idul Adha, JULEHA Lambar Dorong Sertifikasi Juru Sembelih Halal
Selasa, 21 April 2026 -
KONI Lampung Barat Buka Penjaringan Ketua Umum 2026–2030, Ini Jadwal Lengkapnya
Senin, 20 April 2026 -
Program MBG Lampung Barat Kembali Tuai Keluhan, SPPG Pasar Liwa Tak Jera Meski Sudah Dapat SP1
Senin, 20 April 2026








