• Selasa, 21 April 2026

Disdikbud Lampung Barat Percepat Digitalisasi Pendidikan Lewat TKA Berbasis Teknologi

Selasa, 21 April 2026 - 13.20 WIB
27

Kepala Disdikbud Lampung Barat, Tati Sulastri saat meninjau pelaksanaan TKA di SD Negeri 2 Hanakau, Kecamatan Sukau, Selasa (21/4/2026). Foto: Echa/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Lampung Barat mulai bertransformasi ke sistem digital dengan penggunaan laptop sebagai media ujian, Selasa (21/4/2026). Langkah ini menjadi bagian dari dorongan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam mempercepat digitalisasi pendidikan di tingkat sekolah dasar.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Barat meninjau langsung pelaksanaan TKA tersebut untuk memastikan kesiapan infrastruktur serta efektivitas penerapan sistem berbasis teknologi di lapangan. Hasil pemantauan menunjukkan proses ujian berjalan lancar dengan dukungan perangkat yang memadai.

Kepala Disdikbud Lampung Barat, Tati Sulastri, mengatakan penggunaan laptop dalam pelaksanaan TKA menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran. Selain mempercepat proses pengerjaan dan penilaian, sistem ini juga dinilai lebih akurat dan efisien.

Menurut Tati, penerapan ujian berbasis digital tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk mengenal teknologi sejak dini. Hal ini penting mengingat perkembangan dunia pendidikan yang semakin mengarah pada sistem digital.

Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan TKA, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan teknis, seperti penyediaan perangkat laptop, penguatan jaringan internet, serta simulasi ujian bagi siswa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan peserta tidak mengalami kesulitan saat ujian berlangsung.

"Selain kesiapan perangkat, Disdikbud juga menempatkan tenaga teknis di lokasi untuk mengantisipasi gangguan selama pelaksanaan. Langkah ini dinilai penting agar proses ujian tetap berjalan tanpa hambatan berarti," kata dia saat meninjau pelaksanaan TKA di SD Negeri 2 Hanakau, Kecamatan Sukau, Selasa (21/4/2026).

Tati menegaskan bahwa digitalisasi ujian menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Melalui sistem ini, proses evaluasi tidak hanya lebih transparan, tetapi juga mampu meminimalisir kesalahan dalam penilaian.

Pelaksanaan TKA berbasis digital juga dinilai lebih ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan kertas secara signifikan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong praktik pendidikan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, pelaksanaan ujian digital ini turut menguji kesiapan infrastruktur pendidikan di daerah, khususnya terkait stabilitas jaringan internet dan ketersediaan perangkat. Evaluasi dari pelaksanaan ini akan menjadi dasar pengembangan ke depan.

Tati mengakui, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, terutama pemerataan fasilitas di seluruh sekolah. Namun demikian, pihaknya memastikan komitmen untuk terus meningkatkan dukungan sarana dan prasarana secara bertahap.

Ia juga mengapresiasi kesiapan SD Negeri 2 Hanakau yang dinilai mampu mengimplementasikan sistem ujian digital dengan baik. Dukungan dari tenaga pendidik dan operator sekolah menjadi faktor penting dalam kelancaran kegiatan tersebut.

Hasil dari TKA ini nantinya akan menjadi salah satu indikator dalam mengukur capaian akademik siswa secara komprehensif. Dengan sistem digital, hasil ujian dapat diolah lebih cepat sehingga mempermudah proses evaluasi.

Ke depan, Disdikbud Lampung Barat menargetkan penerapan ujian berbasis komputer dapat diterapkan secara merata di seluruh sekolah. Hal ini seiring dengan peningkatan infrastruktur dan kesiapan sumber daya manusia.

"Melalui penerapan TKA berbasis digital ini, pemerintah daerah berharap kualitas pendidikan di Lampung Barat dapat terus meningkat serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi," sambungnya.

Peninjauan yang dilakukan Disdikbud tidak hanya memastikan kelancaran ujian, tetapi juga menjadi langkah evaluasi untuk memperkuat implementasi digitalisasi pendidikan di masa mendatang. (*)