• Selasa, 21 April 2026

Dampak Gagal Panen, Besok Ratusan Petani Metro Selatan Bakal Demo DPRD

Selasa, 21 April 2026 - 11.46 WIB
120

Aliansi Petani Menggugat bakal menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Gedung DPRD Kota setempat pada Rabu (22/4/2026) besok. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Metro - Tekanan terhadap pemerintah kian menguat, ratusan petani dari Metro Selatan yang tergabung dalam Aliansi Petani Menggugat dipastikan bakal menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Gedung DPRD Kota setempat pada Rabu (22/4/2026) besok.

Aksi tersebut merupakan puncak kekecewaan petani setelah berulang kali mengalami gagal panen akibat banjir yang melanda kawasan persawahan, khususnya di Kelurahan Rejomulyo dan Sumbersari. Kerugian yang terus menumpuk tanpa kejelasan ganti rugi membuat petani memilih turun ke jalan.

Kuasa hukum petani, Tommy Gunawan, menyebut aksi tersebut mengusung tema Bangun Persatuan Gerakan Rakyat, Petani Metro Menggugat. Massa akan berkumpul di Lapangan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, sebelum bergerak menuju kantor DPRD.

“Ini bukan aksi spontan. Ini akumulasi kemarahan petani yang selama ini merasa diabaikan. Mereka sudah cukup bersabar,” kata Tommy saat dikonfirmasi awak media, Selasa (21/4/2026).

Dalam aksinya, para petani bakal membawa tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak Pemerintah Kota Metro untuk segera menghadirkan solusi permanen atas persoalan banjir yang terus berulang dan menghancurkan lahan pertanian.

Kedua, menuntut pertanggungjawaban instansi terkait atas dampak banjir yang dinilai sebagai bentuk kegagalan penanganan infrastruktur dan tata kelola lingkungan. Para petani menilai ada kelalaian yang harus dijawab secara terbuka.

Ketiga, meminta jaminan perlindungan serta keberlangsungan hidup petani di Kota Metro yang kini berada di bawah tekanan akibat ketidakpastian hasil panen.

Tak hanya itu, massa juga secara tegas menantang Wali Kota Metro untuk turun langsung menemui demonstran. Petani ingin mendengar jawaban konkret dari kepala daerah, bukan sekadar pernyataan normatif.

“Petani ingin Wali Kota hadir. Jangan hanya diam atau diwakili. Ini menyangkut nasib mereka. Aksi ini juga akan menyoroti hasil koordinasi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang dilakukan pada 20 April 2026 kemarin, terkait langkah mitigasi menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino. Yang menjadi pertanyaan kami adalah apa hasil dari rapat tersebut," jelasnya.

Namun, para petani menilai respons pemerintah daerah sejauh ini belum menunjukkan langkah nyata. Bahkan, mereka menyindir keras kecenderungan pemerintah yang dianggap lebih fokus pada kegiatan seremonial ketimbang menyelesaikan persoalan rakyat.

“Jangan sibuk acara-acara simbolik. Petani butuh solusi, bukan panggung seremoni. Hari ini para petani khususnya di wilayah Metro Selatan menantikan langkah konkrit pemerintah daerah dan di DPRD ini nantinya kami akan meminta pertanggungjawaban Wakil Rakyat terkait dengan seperti apa kerja-kerja pengawasan yang dilakukan mereka di gedung DPR,” sindirnya.

Dengan isu yang menyentuh langsung hajat hidup masyarakat dan jumlah massa yang besar, aksi ini diprediksi akan menjadi ujian serius bagi Pemerintah Kota Metro dan DPRD dalam merespons krisis di sektor pertanian.

Jika tuntutan ini kembali diabaikan, gelombang protes lanjutan bukan tidak mungkin terjadi. Bagi para petani, ini bukan sekadar demonstrasi, ini adalah perjuangan untuk bertahan hidup. (*)