TNI Turun Tangan, Bendungan Way Rarem Dibersihkan Demi Selamatkan Irigasi dan Ekonomi Warga
Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi saat meninjau ke Bendungan Way Rarem di Kabupaten Lampung Utara. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Upaya penyelamatan
Bendungan Way Rarem di Kabupaten Lampung Utara kini mendapat dorongan besar.
Tak hanya dari pemerintah, Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga ikut turun
tangan langsung melalui kolaborasi strategis bersama Balai Besar Wilayah Sungai
(BBWS) Mesuji Sekampung.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Bendungan yang telah berdiri sejak 1981 itu kini menghadapi ancaman serius berupa penumpukan gulma dan eceng gondok yang menutupi sebagian besar permukaan waduk, serta aktivitas keramba jaring apung yang tak terkendali. Kondisi tersebut membuat kapasitas tampung air menurun dan berpotensi mengganggu sistem irigasi yang menjadi tumpuan ribuan petani.
Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, bahkan turun langsung meninjau kondisi bendungan, didampingi Kepala BBWS Mesuji Sekampung Elroy Koyari dan Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis.
Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, menegaskan bahwa penanganan yang dilakukan tidak bersifat biasa, melainkan terpadu dan masif. Pembersihan gulma akan dilakukan menggunakan peralatan mekanis seperti harvester dredger, serta didukung pengangkatan manual dan alat berat untuk mengatasi sedimentasi.
“Ini bukan sekadar pembersihan, tapi upaya menyelamatkan fungsi bendungan sebagai infrastruktur vital. Dukungan TNI menjadi kekuatan besar dalam percepatan penanganan,” ujar Elroy, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah dan TNI dalam menjaga infrastruktur strategis nasional, terutama di tengah tantangan perubahan iklim yang kian kompleks.
Sementara itu, Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, menyambut baik keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan bendungan. Ia menekankan bahwa Bendungan Way Rarem bukan hanya soal air, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat.
“Bendungan ini menyangkut hidup petani dan perputaran ekonomi daerah. Kami siap mendukung penuh agar program ini berjalan optimal,” katanya.
Tak hanya fokus pada pembersihan, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi juga mengungkapkan rencana strategis jangka panjang. TNI akan membentuk Brigade Infanteri Batalyon Teritorial Pembangunan di sekitar kawasan bendungan.
Keberadaan satuan ini diyakini tidak hanya memperkuat pengamanan kawasan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di wilayah Abung Pekurun dan sekitarnya.
“TNI hadir bukan untuk membatasi aktivitas warga, tapi justru mendukung dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ini bagian dari komitmen kami membangun daerah,” tegasnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor ini, Bendungan Way Rarem diharapkan kembali optimal sebagai penopang irigasi, pengendali banjir, hingga penggerak ekonomi lokal—sekaligus menjadi contoh penanganan infrastruktur berbasis sinergi di daerah. (*)
Berita Lainnya
-
Baru 3 Bulan Bertugas, Oknum Petugas Rutan Kotabumi Lampura Selundupkan 40 Paket Sabu
Rabu, 15 April 2026 -
Bertahun-tahun Tak Diperbaiki, Warga Bukit Kemuning Lampura Perbaiki Jalan Secara Swadaya
Minggu, 12 April 2026 -
Akses Vital Hancur, Warga Mulang Maya Lampura Menjerit
Minggu, 29 Maret 2026 -
Pelaku Otak Pemerkosaan dan Penyekapan Siswi SMP di Lampura Ditangkap di Jateng
Senin, 01 April 2024








