• Senin, 20 April 2026

Lima Kandidat Rektor ITERA Adu Gagasan, Mahasiswa Soroti Fasilitas hingga Keamanan Kampus

Senin, 20 April 2026 - 15.16 WIB
20

Lima bakal calon rektor memaparkan visi, misi, serta program kerja di hadapan senat, perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, serta civitas akademika, di Aula Lantai 4 Gedung Kuliah Umum 2, Senin (20/4/2026). Foto: Sri/Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Proses pemilihan Rektor Institut Teknologi Sumatera (ITERA) periode 2026–2030 memasuki tahap penting. Lima bakal calon rektor memaparkan visi, misi, serta program kerja di hadapan senat, perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, serta civitas akademika, di Aula Lantai 4 Gedung Kuliah Umum 2, Senin (20/4/2026).

Ketua Senat ITERA, Dr. Sunarsih, menyampaikan bahwa agenda ini menjadi bagian krusial sebelum proses seleksi mengerucut ke tiga kandidat terbaik.

“Penentuan tiga besar akan dilakukan pada 21 April melalui rapat senat tertutup, sebelum akhirnya ditetapkan satu rektor terpilih pada Mei dan dilantik pada Juni 2026,” ujar Sunarsih.

Adapun lima bakal calon yang mengikuti tahapan ini yakni Prof. Dr. Aswan, S.T., M.T., Prof. Dr. Elfahmi, S.Si., M.Si., Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr., Prof. Dr. Ir. Fahmi, S.T., M.Sc., IPU., serta Prof. Ismunandar, Ph.D.

Dalam mekanisme pemilihan, komposisi suara terdiri dari 65 persen milik senat ITERA dan 35 persen dari pihak kementerian. Jumlah anggota senat ITERA sendiri sebanyak 17 orang.

Kasubag Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITERA, Juanda, menilai proses seleksi tahun ini berjalan lebih profesional dibandingkan periode sebelumnya.

“Seluruh tahapan sudah mengikuti aturan yang berlaku. Para calon juga memiliki kompetensi dan pengalaman yang luar biasa dari berbagai disiplin ilmu. Kami optimistis siapapun yang terpilih nanti adalah yang terbaik untuk melanjutkan pembangunan ITERA ke depan,” katanya.

Dari sisi akademik, Dosen Biologi Fakultas Sains ITERA, Dr. Winati Nurhayu, menilai visi dan misi para calon umumnya menitikberatkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Pengajaran harus berkualitas, penelitian harus maju dengan publikasi yang baik, dan pengabdian kepada masyarakat juga harus diperkuat. Itu semua sudah disampaikan para calon,” jelasnya.

Namun, mahasiswa memberikan sejumlah catatan kritis terhadap kondisi kampus saat ini. Mahasiswa Rekayasa Kosmetik ITERA, Angelica Margareth, menyoroti persoalan birokrasi yang dinilai masih berbelit, keterbatasan fasilitas laboratorium, hingga isu keamanan lingkungan kampus.

Ia menyebut, keterbatasan akses dan waktu penggunaan laboratorium menjadi kendala dalam kegiatan akademik, termasuk penelitian dan praktikum.

“Selain itu, birokrasi untuk penggunaan fasilitas masih cukup rumit. Kami juga menyoroti isu keamanan kampus, terutama terkait penanganan kasus kekerasan seksual yang dinilai belum transparan,” ujarnya.

Menurut Angelica, meskipun sebagian calon telah menyinggung pengembangan fasilitas dan teknologi, belum semua memberikan solusi konkret terkait penyederhanaan birokrasi dan jaminan keamanan.

"Kita berharap, rektor terpilih nantinya mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan tersebut, sekaligus membawa ITERA menjadi kampus yang lebih maju, aman, dan responsif terhadap kebutuhan civitas akademika," tutupnya.

Tahapan selanjutnya, senat ITERA akan menentukan tiga besar calon rektor sebelum proses pemilihan akhir yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026. (*)