PTPN Siapkan 10.000 Ha Lahan Bioetanol untuk Budidaya Singkong di Lampung dan Sumsel
Kupastuntas.co, Bandar Lampung – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) menyiapkan total 10.000 hektare lahan untuk mendukung program bioetanol berbasis singkong. Dengan sebaran di wilayah Lampung dan Sumatera Selatan.
Langkah ini sejalan dengan penetapan Provinsi Lampung oleh Bappenas sebagai pusat penelitian singkong nasional, dengan target produktivitas 30 ton per hektare guna mendukung program bioetanol.
Direktur Utama Holding PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, menyebut khusus di PTPN I Regional 7, ada dua unit kebun yang disiapkan untuk budidaya ubi kayu, yakni Kebun Unit Kedaton dan Kebun Bergen.
“Penguatan ketahanan energi merupakan agenda strategis nasional. Pemerintah menargetkan implementasi B50 berbasis sawit dan pencapaian E20 pada 2028, sehingga dibutuhkan percepatan pengembangan lahan, pembangunan pabrik etanol, serta jaminan pasokan bahan baku termasuk singkong,” ujarnya, saat melakukan kunjunga ke kebun Kedaton dan Bergen, Rabu (15/4/2026).
Denaldy menambahkan, keberhasilan bioetanol berbasis singkong sangat bergantung pada sinergi hulu-hilir, mulai dari pasokan benih, budidaya, teknologi panen, pengolahan, hingga kepastian pasar bagi petani dan industri.
Dalam kunjungan ke Kebun Kedaton dan Bergen, Direktur Utama Holding PTPN III didampingi Direktur Operasional PTPN I Fauzi Umar. Rombongan meninjau langsung lokasi lahan yang akan ditanami ubi kayu.
Kunjungan tersebut juga menjadi ajang diskusi terbuka dengan pekerja dan manajemen setempat terkait tantangan serta peluang di lapangan. Melalui interaksi langsung ini, diharapkan tercipta pemahaman yang lebih komprehensif terhadap kebutuhan operasional serta munculnya solusi yang tepat dan berkelanjutan.
Arahan strategis yang diberikan menjadi dorongan bagi seluruh tim untuk terus meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas kerja. Semangat kebersamaan dan komitmen yang terbangun selama kunjungan diharapkan mampu membawa PTPN I Regional 7 semakin maju, adaptif, dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi dinamika industri perkebunan ke depan. (*)
Berita Lainnya
-
Raker UIN RIL 2026 Hasilkan Rumusan Rekomendasi Strategis
Minggu, 19 April 2026 -
Raker UIN RIL 2026, Irjen Kemenag Dorong UIN RIL Bangun Zona Integritas
Minggu, 19 April 2026 -
UIN RIL Siapkan Kemandirian BLU Lewat Layanan Haji dan Umroh Serta Penguatan Ekonomi Umat
Minggu, 19 April 2026 -
Apresiasi Hasil Raker 2026, Rektor UIN RIL Tegaskan Komitmen Implementasi Program
Minggu, 19 April 2026








