• Sabtu, 18 April 2026

MBG di Lampung Barat Dikeluhkan, Daging Alot Seperti Karet hingga Temuan Ulat di Makanan Siswa

Sabtu, 18 April 2026 - 13.42 WIB
138

MBG di Lampung Barat Dikeluhkan, Daging Alot Seperti Karet hingga Temuan Ulat di Makanan Siswa. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) kembali menjadi sorotan publik setelah muncul keluhan terkait kualitas makanan yang disajikan kepada para siswa.

Program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah ini dinilai masih menghadapi sejumlah persoalan dalam implementasinya di lapangan.

Keluhan terbaru mencuat setelah beredarnya sebuah video yang memperlihatkan kondisi menu daging yang dibagikan kepada penerima manfaat.

Dalam video tersebut, daging tampak memiliki tekstur yang sangat keras dan alot, bahkan disebut menyerupai karet sehingga sulit untuk dikunyah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tugu Sari 2, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat. Video tersebut diduga direkam oleh penerima manfaat yang merasa kecewa terhadap kualitas makanan yang diterima.

Dalam rekaman yang beredar, potongan daging terlihat tidak mudah putus saat ditarik, mengindikasikan tekstur yang tidak lazim untuk makanan yang seharusnya layak konsumsi. Kondisi ini pun memicu reaksi dari masyarakat yang mempertanyakan standar pengolahan makanan dalam program MBG.

"Gimana ini MBG Sumber Jaya, daging karet ini enggak bisa dimakan," kata salah seorang dalam video berdurasi 10 detik yang diterima kupastuntas.co, Sabtu (18/4/2026).

Sejumlah pihak menilai kejadian ini menjadi indikator perlunya evaluasi menyeluruh terhadap proses penyediaan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga teknik pengolahan oleh pihak dapur penyedia.

Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi anak usia sekolah. Oleh karena itu, kualitas makanan yang disajikan seharusnya menjadi prioritas utama agar tujuan program dapat tercapai secara optimal.

Tidak hanya di Kecamatan Sumber Jaya, keluhan serupa juga datang dari wilayah lain di Kabupaten Lampung Barat.

Seorang wali murid di SDN 3 Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, mengaku menemukan hal yang lebih memprihatinkan dalam menu MBG yang diterima anaknya.

Ia menyebutkan bahwa anaknya menemukan adanya ulat di dalam makanan yang dibagikan pada Jumat, 17 April 2026. Temuan tersebut membuat anaknya tidak berani mengonsumsi makanan yang diberikan.

Menurutnya, kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi para orang tua. Selain aspek gizi, kebersihan dan keamanan makanan menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan dalam program ini.

“Anak saya bilang ada ulat di makanannya, jadi tidak dimakan. Kami sebagai orang tua tentu khawatir dengan kondisi seperti ini, karena lebih dari satu siswa yang menemukan ulat hidup di nasinya,” ungkapnya.

Keluhan tersebut menambah daftar persoalan yang mencuat dalam pelaksanaan program MBG. Sejumlah wali murid lainnya mulai mempertanyakan konsistensi kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.

Mereka berharap adanya evaluasi menyeluruh, khususnya dalam pengawasan dapur penyedia makanan, agar standar kebersihan dan kelayakan konsumsi benar-benar terjaga.

Sementara itu, anggota Satgas MBG Lampung Barat, Marjohan, mengaku belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut. Ia menyarankan agar masyarakat segera melaporkan setiap temuan melalui kanal pengaduan yang telah disediakan pemerintah.

Menurutnya, laporan yang disampaikan melalui laman resmi pengaduan akan langsung diteruskan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

"Sejauh ini kami belum menerima laporan. Kami sarankan agar masyarakat melapor melalui laman pengaduan resmi yang sudah disiapkan agar bisa langsung ditangani oleh BGN,” ujarnya. (*)