• Minggu, 19 April 2026

Pemkot Bandar Lampung Gelar 'Jumat Bersih' Massal Antisipasi Hujan Ekstrem

Jumat, 17 April 2026 - 14.49 WIB
36

Aksi “Jumat Bersih” secara massal di seluruh wilayah kota, Jumat (17/4/2026). Foto: Ist.

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Kota Bandar Lampung bergerak cepat merespons peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi curah hujan tinggi pada 17–18 April 2026.

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menginstruksikan pelaksanaan aksi “Jumat Bersih” secara massal di seluruh wilayah kota, Jumat (17/4) pagi.

Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 126 kelurahan dan 20 kecamatan dengan melibatkan aparatur pemerintah hingga masyarakat di tingkat lingkungan.

Fokus utama pembersihan diarahkan pada saluran drainase, gorong-gorong, serta siring atau selokan di permukiman warga yang dinilai rawan terjadi penyumbatan.

Perwakilan Forum Camat Kota Bandar Lampung, Hendry Satria Jaya, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan penguatan dari agenda rutin pemerintah kota, namun dengan penekanan khusus pada mitigasi banjir.

"Kali ini fokusnya pada jalur-jalur drainase utama. Kami ingin memastikan aliran air berjalan optimal sehingga tidak terjadi genangan atau luapan saat hujan deras,” ujarnya.

Hendry yang juga menjabat sebagai Camat Panjang menjelaskan, kapasitas saluran air di perkotaan sering kali berkurang drastis akibat tumpukan sedimen dan sampah.

"Dalam banyak kasus, volume saluran bisa berkurang hingga 70 persen. Karena itu, pembersihan ini menjadi langkah mitigasi struktural agar air hujan dapat mengalir dengan lancar ke pembuangan akhir,” jelasnya.

Untuk memastikan kegiatan berjalan efektif, Wali Kota Eva Dwiana mewajibkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun langsung ke lapangan. Mereka diminta melakukan pengawasan di tingkat kecamatan sekaligus mendokumentasikan kondisi sebelum dan sesudah pembersihan.

Laporan tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi pimpinan daerah dan Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kota Bandar Lampung dalam menentukan langkah strategis lanjutan.

Hendry juga menekankan pentingnya koordinasi lintas wilayah mengingat sistem drainase kota yang saling terhubung.

"Mitigasi banjir bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga kesiapan sistem saluran dalam menampung lonjakan debit air yang bisa datang tiba-tiba sesuai prediksi BMKG,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah kota juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke saluran air.

"Kami berharap ini menjadi awal terbentuknya kesadaran kolektif. Jika semua pihak terlibat, maka risiko genangan dan banjir di Kota Bandar Lampung bisa ditekan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)