Tim SAR Gabungan Evakuasi 109 Warga Terdampak Banjir di Bandar Lampung
Tim SAR Gabungan Evakuasi 109 Warga Terdampak Banjir di Bandar Lampung. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 109 warga terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026) malam.
Banjir terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah kota sejak sore hingga malam hari, sehingga menyebabkan genangan air di beberapa titik dengan ketinggian mencapai sekitar 120 sentimeter.
Salah satu lokasi terdampak berada di Jalan Abimanyu, Kelurahan Jagabaya I, Kecamatan Way Halim, yang dilaporkan membutuhkan evakuasi segera.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Deden Ridwansah menyampaikan, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung menerima laporan kejadian pada pukul 21.15 WIB dari Aris (Ketua Forum Rescue Relawan Lampung).
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 21.30 WIB dengan estimasi waktu tempuh sekitar satu jam.
"Setibanya di lokasi pada pukul 22.30 WIB, tim SAR segera berkoordinasi dengan unsur terkait dan langsung melakukan proses evakuasi warga,” jelas Deden, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, operasi SAR dilakukan secara bertahap di beberapa titik terdampak, di antaranya Jalan Abimanyu (Way Halim), Jalan Citra Gang Man Antasari dan Jalan Pangeran Antasari Gang Persada (Kecamatan Kedamaian), serta Gang Karawang, Kecamatan Bumi Waras.
"Dari sejumlah titik banjir itu, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 109 warga terdampak,” kata dia.
Selain melakukan evakuasi, lanjut Deden, tim juga melakukan pemantauan dan siaga di lokasi guna mengantisipasi adanya laporan tambahan dari masyarakat.
Operasi SAR berjalan dengan lancar meskipun menghadapi sejumlah kendala di lapangan, seperti banyaknya titik banjir serta akses jalan yang terhambat akibat genangan air.
"Banyaknya lokasi terdampak membuat waktu tempuh tim menjadi lebih lama. Selain itu, akses menuju lokasi juga cukup sulit karena beberapa ruas jalan tertutup banjir,” ujarnya.
Operasi SAR dihentikan dan dinyatakan selesai pada Rabu (15/4/2026) pukul 02.25 WIB, setelah kondisi air berangsur surut, hujan berhenti, serta tidak ditemukan lagi warga yang memerlukan evakuasi.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, antara lain Tim Rescue Kansar Lampung, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandar Lampung, BPBD Kota Bandar Lampung, personel Sabhara Polda Lampung, Forum Rescue Relawan Lampung, serta masyarakat setempat.
"Basarnas Lampung mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan di wilayah Lampung,” tutupnya. (*)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Terbaik Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Terapkan PLTS untuk Pertanian Hidroponik Berkelanjutan di Lampung
Kamis, 14 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
Rabu, 13 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada
Rabu, 13 Mei 2026 -
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook Rp2,1 Triliun
Rabu, 13 Mei 2026








