• Rabu, 15 April 2026

Ketua RT di Bandar Lampung Keluhkan Bantuan Pasca Banjir Minim

Rabu, 15 April 2026 - 11.08 WIB
81

Warga bersama tim satgas setempat mulai membersihkan rumah-rumah yang terdampak, Rabu (15/4/2026). Foto: Sri/kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Keluhan mencuat dari warga terdampak banjir di Kelurahan Penengahan, Kecamatan Tanjung Karang Pusat. Ketua RT setempat menyebut pendataan bantuan pasca banjir sudah berulang kali dilakukan, namun realisasi bantuan dinilai masih minim.

Pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung, Rabu (15/4/2026), warga bersama tim satgas bergotong royong membersihkan rumah dari sisa lumpur. Perabotan seperti kursi, lemari, kasur, hingga pakaian yang terendam banjir tampak dijemur di halaman rumah.

Ketua RT 01 Kelurahan Penengahan, Jony mengatakan, banjir kali ini merupakan yang terparah yang pernah dirasakan warga. Ketinggian air bahkan mencapai hingga dua meter di beberapa rumah, termasuk rumah miliknya.

"Ini paling parah, sampai dua meter. Kalau korban luka tidak ada, tapi kerugian material cukup besar," ujar Jony.

Ia menyebutkan, terdapat 26 rumah terdampak dengan sekitar 110 kepala keluarga (KK). Namun yang menjadi sorotan, menurutnya, adalah belum maksimalnya bantuan yang diterima warga meski pendataan sudah dilakukan berulang kali.

"Sudah beberapa kali didata, tapi yang diterima paling beras lima kilo. Kalau bantuan uang belum pernah ada," keluhnya.

Jony mengaku pihaknya telah mengajukan bantuan kepada pemerintah dan berharap ada tindak lanjut nyata, tidak sekadar pendataan.

"Harapan kami pemerintah bisa kasih solusi terbaik. Jangan cuma didata saja, tapi ada tindak lanjutnya," tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, DJ. Ia mengaku wilayah tersebut memang kerap dilanda banjir setiap tahun, namun perhatian yang diberikan dinilai masih kurang.

"Banjir kali ini yang paling parah, hampir dua meter. Tembok rumah jebol, peralatan listrik juga banyak yang rusak," ungkapnya.

Warga berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan darurat, tetapi juga menghadirkan solusi konkret dan berkelanjutan agar banjir tidak terus berulang setiap tahun. (*)