• Jumat, 17 April 2026

Hujan Deras Picu Banjir di Pasar Talangpadang Tanggamus, Air Masuk ke Dalam Toko

Rabu, 15 April 2026 - 16.59 WIB
435

Tampak air banjir masuk ke dalam pertokoan di Pasar Talangpadang Tanggamus. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, Rabu (15/4/2026) sore, menyebabkan kawasan Pasar Talangpadang terendam banjir. Air mulai menggenangi pasar sekitar pukul 16.35 WIB dan dengan cepat masuk ke sejumlah toko milik pedagang.

Sejumlah pedagang tidak sempat menyelamatkan barang dagangan mereka karena air datang secara tiba-tiba. Kondisi ini diperparah karena sebagian toko sudah tutup saat hujan mulai turun deras.

"Airnya cepat sekali naik. Tadi toko sudah ditutup, kunci dibawa bapak. Di dalam masih ada kasur, nota, dan barang-barang lain,” ujar seorang pedagang dengan nada cemas. Ia mengaku tidak menyangka banjir kembali terjadi di pasar tersebut.

Pantauan di lokasi, genangan air merata di lorong-lorong pasar dan masuk ke dalam kios. Air diduga meluap dari saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi.

Pedagang lainnya mengatakan, banjir di Pasar Talangpadang bukan kali pertama terjadi. Setiap hujan dengan intensitas tinggi, kawasan pasar kerap tergenang.

"Kalau hujan deras, pasti banjir. Kami jadi khawatir terus, apalagi kalau sudah tutup toko seperti ini,” kata Amran, seorang pedagang sembako.

Warga sekitar turut mengeluhkan kondisi drainase yang dinilai tidak optimal. Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Harus ada penanganan serius. Saluran airnya perlu diperbaiki atau dinormalisasi. Kalau tidak, pedagang akan terus dirugikan,” ujar Parhan, seorang warga.

Hingga Rabu petang, genangan air masih bertahan di beberapa titik di dalam pasar. Belum ada data resmi terkait kerugian, tetapi sejumlah pedagang memperkirakan kerusakan barang dagangan cukup besar akibat terendam air.

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan infrastruktur di kawasan pasar tradisional, khususnya sistem drainase yang belum mampu mengantisipasi curah hujan tinggi. (*)