• Selasa, 14 April 2026

Realisasi PBB Lampung Barat Baru Rp 20,7 Juta, Jauh dari Target Rp 5,23 Miliar

Selasa, 14 April 2026 - 11.57 WIB
23

Realisasi PBB Lampung Barat Baru Rp 20,7 Juta, Jauh dari Target Rp 5,23 Miliar. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pemerintah Lampung Barat melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun anggaran 2026 hingga bulan April masih jauh dari target yang telah ditetapkan.

Kepala Bapenda Lampung Barat, Daman Nasir, menyampaikan bahwa total objek pajak (OP) PBB tahun 2026 tercatat sebanyak 110.454 objek pajak yang tersebar di 15 kecamatan di Bumi Beguai Jejama Sai Betik.

"Untuk tahun ini, target PBB murni ditetapkan sebesar Rp4.812.759.026,00 dan target PBB dari sektor menara, PJU, dan lainnya sebesar Rp417.290.413,00, sehingga total target keseluruhan mencapai Rp5.230.049.439,00,” ujar Daman Nasir, Selasa (14/4/2026).

Namun demikian, hingga April 2026, realisasi penerimaan baru mencapai Rp20.788.240,00, yang terdiri dari realisasi bulan lalu sebesar Rp20.448.989,00 dan tambahan bulan ini sebesar Rp339.251,00.

Daman Nasir mengakui bahwa capaian tersebut masih sangat rendah dibandingkan target yang harus dicapai hingga akhir tahun anggaran.

“Kami melihat masih rendahnya kesadaran wajib pajak menjadi salah satu faktor utama. Karena itu, kami terus mendorong percepatan penagihan melalui koordinasi dengan kecamatan dan pekon,” katanya.

Secara rinci, Kecamatan Balik Bukit dengan jumlah 12.298 OP memiliki target total sebesar Rp745.483.067,00 dan telah terealisasi sebesar Rp3.040.305,00, yang berasal dari Rp2.852.279,00 bulan lalu dan tambahan Rp188.026,00 bulan ini.

Kecamatan Sukau dengan 8.075 OP memiliki target Rp321.815.047,00 dan realisasi sebesar Rp75.000,00. Sementara Kecamatan Lumbok Seminung dengan 4.310 OP mencatat target Rp171.496.379,00 dan realisasi Rp25.000,00.

Kecamatan Sumber Jaya dengan 8.582 OP memiliki target sebesar Rp480.667.945,00 dengan realisasi Rp278.990,00. Adapun Kecamatan Kebun Tebu dengan 6.749 OP mencatat realisasi cukup tinggi yakni Rp5.312.463,00 dari target Rp298.052.602,00.

Kecamatan Way Tenong dengan 9.636 OP memiliki target Rp460.318.462,00 dan realisasi Rp1.232.426,00, terdiri dari Rp1.170.896,00 bulan lalu dan tambahan Rp61.530,00 bulan ini.

Kecamatan Air Hitam dengan 5.561 OP memiliki target Rp241.199.691,00 dengan realisasi Rp117.119,00, sedangkan Kecamatan Belalau dengan 4.936 OP mencatat realisasi cukup signifikan sebesar Rp7.888.378,00 dari target Rp182.698.258,00.

Kecamatan Batu Ketulis dengan 6.744 OP memiliki target Rp315.910.716,00 dengan realisasi Rp402.694,00, yang terdiri dari Rp362.999,00 bulan lalu dan tambahan Rp39.695,00 bulan ini.

Sementara itu, Kecamatan Sekincau dengan 7.301 OP mencatat target Rp373.236.289,00 dan realisasi Rp1.583.548,00, sedangkan Kecamatan Pagar Dewa dengan 10.317 OP memiliki target Rp545.010.585,00 dan realisasi Rp55.709,00.

Kecamatan Batu Brak dengan 7.265 OP mencatat target Rp352.562.966,00 dengan realisasi Rp476.659,00, terdiri dari Rp451.659,00 bulan lalu dan tambahan Rp25.000,00 bulan ini.

Untuk Kecamatan Suoh dengan 4.835 OP, hingga April belum terdapat realisasi dari target sebesar Rp189.533.379,00. Hal serupa juga menjadi perhatian bagi Bapenda dalam upaya peningkatan kinerja penagihan.

Kecamatan Bandar Negeri Suoh dengan 6.442 OP memiliki target Rp247.299.569,00 dengan realisasi Rp25.000,00, sedangkan Kecamatan Gedung Surian dengan 7.403 OP mencatat target Rp304.764.484,00 dan realisasi Rp274.949,00.

Daman Nasir menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan penguatan strategi penagihan di lapangan guna mengejar ketertinggalan realisasi.

“Kami optimistis dengan kerja sama semua pihak, realisasi PBB akan meningkat signifikan pada bulan-bulan berikutnya. Kami juga mengimbau masyarakat agar segera memenuhi kewajiban pajaknya demi mendukung pembangunan daerah,” pungkasnya. (*)