• Selasa, 14 April 2026

Gagal Beraksi Sebelumnya, Komplotan yang Sama Gasak Motor di Tanjung Senang Bandar Lampung

Selasa, 14 April 2026 - 19.48 WIB
47

Rekaman CCTV memperlihatkan saat kedua pelaku beraksi mencuri motor di Tanjung Senang Bandar Lampung. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Aksi pencurian sepeda motor yang diduga dilakukan komplotan bersenjata api kembali terjadi di Kota Bandar Lampung. Kali ini, pelaku berhasil membawa kabur motor milik karyawan toko di Jalan Raja Tihang, Tanjung Senang, pada Senin (13/4/2026) sore.

Peristiwa tersebut terjadi saat kondisi toko sedang ramai aktivitas. Korban baru menyadari sepeda motor jenis Honda Beat miliknya hilang saat hendak pulang kerja sekitar pukul 15.32 WIB.

“Dari tadi memang lagi sibuk di dalam, pas mau pulang baru sadar motor sudah tidak ada,” ujar rekan korban Anis. Selasa (14/4/26). 

Motor diparkir di luar toko tanpa pengamanan tambahan. Biasanya kendaraan karyawan diposisikan terhalang mobil kantor, namun saat kejadian mobil tidak berada di lokasi sehingga memberi celah bagi pelaku untuk beraksi.

Rekan korban menyebut ciri-ciri pelaku identik dengan komplotan yang sebelumnya sempat beraksi di lokasi lain, mulai dari pakaian hingga gerak-geriknya.

Dugaan tersebut menguat karena hanya berselang sekitar satu jam sebelumnya, dua pria dengan penampilan rapi sempat gagal mencuri sepeda motor di Jalan Sisingamangaraja, Tanjung Karang Barat.

Dalam kejadian itu, pelaku kepergok tengah membobol motor milik karyawati toko bernama Anis. Korban bersama rekannya langsung berusaha menggagalkan aksi tersebut.

Situasi berubah tegang ketika salah satu pelaku mengeluarkan senjata api dan menodongkannya ke arah korban.

“Saya kira awalnya mereka tidak bawa apa-apa, ternyata mereka keluarkan pistol,” ungkap Anis.

Meski sempat merusak kunci hingga mesin motor menyala, pelaku gagal membawa kendaraan karena adanya kunci tambahan di bagian cakram.

Saat warga mulai berdatangan, pelaku melepaskan satu tembakan ke udara sebelum melarikan diri.

Rangkaian dua aksi dalam waktu singkat ini menimbulkan keresahan di masyarakat. Komplotan tersebut dinilai nekat karena tak segan menggunakan senjata api dalam menjalankan aksinya.

Warga berharap aparat kepolisian segera mengungkap identitas dan menangkap pelaku, mengingat pola aksi yang terorganisir dan berpotensi membahayakan keselamatan. (*)