• Senin, 13 April 2026

Cegah PMK Jelang Idul Adha, 210 Ternak di Bandar Lampung Sudah Divaksin

Senin, 13 April 2026 - 13.44 WIB
19

Cegah PMK Jelang Idul Adha, 210 Ternak di Bandar Lampung Sudah Divaksin. Foto: Ist.

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung terus mengintensifkan langkah pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, terutama menjelang meningkatnya mobilitas ternak saat Hari Raya Iduladha.

Hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 210 ekor ternak telah divaksinasi di sejumlah kecamatan sebagai bentuk proteksi dini terhadap penyebaran PMK.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, Dedeh Ernawati Fauzie, mengatakan pihaknya menerima alokasi 500 dosis vaksin tahap pertama dari Dinas Peternakan Provinsi Lampung.

"Untuk pelaksanaan vaksinasi sepanjang Januari hingga Maret, total sudah mencapai 210 ekor,” ujar Dedeh, Senin (13/4/2026).

Ia merinci, capaian vaksinasi tersebut tersebar di beberapa wilayah, yakni Kecamatan Tanjung Senang sebanyak 80 ekor, Way Halim 60 ekor, Kedamaian 60 ekor, dan Kemiling 10 ekor.

Meski capaian awal telah berjalan, Dedeh menegaskan vaksinasi akan terus dilanjutkan secara konsisten guna memastikan kekebalan ternak di Bandar Lampung tetap terjaga.

Untuk mempertahankan status daerah yang masih nihil kasus PMK, Dinas Pertanian telah menyiapkan delapan langkah strategis.

Salah satunya dengan memprioritaskan distribusi vaksin ke wilayah dengan potensi ternak tinggi seperti Kemiling, Rajabasa, Telukbetung Barat, Sukarame, Tanjung Senang, dan Sukabumi.

"Selain itu, pengawasan lalu lintas ternak juga diperketat dengan menggandeng pemerintah kabupaten/kota sekitar serta pemerintah provinsi,” katanya.

Dinas Pertanian juga menerjunkan dokter hewan untuk melakukan sosialisasi kepada peternak agar dapat mengenali gejala PMK dan segera melapor jika ditemukan indikasi penyakit.

Upaya lainnya dilakukan dengan memastikan daging yang beredar berasal dari rumah potong hewan yang diawasi serta memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Tak hanya itu, identifikasi sentra ternak juga dilakukan guna mempercepat distribusi vaksin, serta merespons cepat setiap laporan masyarakat melalui sistem iSIKHNAS.

"Kami juga meminta pelaku usaha atau belantik hanya menjual ternak yang benar-benar sehat,” jelasnya.

Dinas Pertanian turut melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada peternak sapi, kambing, dan domba.

Dedeh juga mengimbau masyarakat untuk memastikan daging yang dikonsumsi dalam kondisi baik, tidak berbau, serta dimasak hingga matang sempurna.

"Langkah ini penting agar masyarakat tetap aman dan terhindar dari risiko penyakit,” pungkasnya. (*)