• Selasa, 14 April 2026

Amuk Massa di Balik Aksi Curanmor

Senin, 13 April 2026 - 08.56 WIB
74

Amuk Massa di Balik Aksi Curanmor. Foto: Islustrasi_AI/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Tengah - Sore itu, suasana di sekitar Klinik Sri Agung Medika, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, mendadak berubah tegang.

Warga yang semula beraktivitas seperti biasa tiba-tiba dikejutkan oleh teriakan “maling” yang memecah ketenangan, Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dari teriakan itu, kepanikan menyebar cepat. Sejumlah warga berlarian menuju sumber suara dan mendapati dua pria yang diduga tengah mencoba membawa kabur sepeda motor milik seorang warga yang terparkir di depan klinik.

Motor milik korban berinisial NA (25) itu disebut menjadi sasaran aksi pencurian. Dengan menggunakan kunci letter T, pelaku diduga merusak kunci kontak dan berusaha menyalakan kendaraan dalam waktu singkat, metode yang kerap digunakan dalam kasus serupa.

Namun, aksi tersebut tak berjalan mulus. Gerak-gerik mencurigakan pelaku lebih dulu menarik perhatian warga sekitar.

Dalam hitungan detik, situasi berubah menjadi kejar-kejaran ketika kedua pria itu berusaha melarikan diri ke arah berbeda.

Warga yang sudah terlanjur emosi tak tinggal diam. Mereka berpencar, mengejar para pelaku hingga akhirnya berhasil menangkap keduanya tidak jauh dari lokasi kejadian. Di titik inilah, situasi mulai tak terkendali.

Amarah yang terakumulasi diduga akibat maraknya kasus pencurian kendaraan yang meledak menjadi aksi main hakim sendiri.

Tanpa menunggu aparat datang, massa meluapkan emosi dengan melakukan penganiayaan terhadap kedua pelaku.

Akibatnya, salah satu pelaku berinisial AS (22) mengalami luka serius. Ia sempat dilarikan ke RSUD Demang Sepulau Raya untuk mendapatkan perawatan, namun nyawanya tak tertolong.

Sementara satu pelaku lainnya yang berusia 28 tahun berhasil selamat, meski harus menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan polisi.

Kapolsek Padang Ratu, AKP Edi Suhendra, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelaku diduga melakukan pencurian dengan cara merusak kunci kontak menggunakan alat khusus sebelum akhirnya dipergoki warga.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor milik korban, dua kunci letter T, serta sepeda motor milik pelaku yang dibakar massa. Barang-barang itu kini menjadi bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kemarahan kolektif bisa berubah menjadi tragedi.

Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri dan menyerahkan setiap proses hukum kepada pihak berwenang agar keadilan tetap berjalan tanpa mengorbankan nyawa. (*)