• Minggu, 12 April 2026

Gubernur Mirza Minta Insinyur Lampung Perkuat Kolaborasi Dukung Infrastruktur dan Pertanian Modern

Minggu, 12 April 2026 - 14.10 WIB
21

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat hadir dalam kegiatan halal bihalal PPI Lampung di Swissbel Hotel, Minggu (12/4/2026). Foto: Ria/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengajak Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Lampung untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Menurut Gubernur, saat ini pembangunan nasional tidak lagi hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat secara jangka panjang.

"Fokus pembangunan saat ini antara lain penguatan infrastruktur terintegrasi, pengembangan sektor pertanian modern, penguatan ketahanan pangan dan energi, percepatan transformasi digital, serta pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan," ujar Mirza saat memberikan keterangan, Minggu (12/4/2026).

Ia menegaskan bahwa seluruh agenda pembangunan tersebut membutuhkan kapasitas, integritas, dan profesionalisme para insinyur.

Oleh karena itu, PII diharapkan dapat memperkuat perannya tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah.

"Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, serta komunitas insinyur perlu terus ditingkatkan agar setiap program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, tepat guna, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat," katanya.

Selain itu, Gubernur juga mendorong lahirnya lebih banyak insinyur muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk di bidang transformasi digital, energi terbarukan, dan rekayasa berbasis lingkungan.

"Ke depan tantangan pembangunan akan semakin kompleks dan membutuhkan solusi inovatif serta berkelanjutan. Melalui momentum ini, mari kita perkuat kebersamaan dan komitmen untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa," katanya.

Sementara itu Ketua PII Lampung, Mulyadi Irsan, menyampaikan harapannya agar profesi insinyur dapat terus ditransformasikan menjadi profesi yang profesional dan memiliki daya saing tinggi.

Ia menegaskan pentingnya implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran sebagai dasar penguatan profesi insinyur di Indonesia.

"Sebagaimana amanat undang-undang, insinyur harus mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mencerdaskan kehidupan bangsa secara berkelanjutan," ujarnya.

Mulyadi juga menyoroti pentingnya sertifikasi profesi bagi para sarjana teknik agar dapat memperoleh gelar insinyur profesional. Menurutnya, sertifikasi tersebut menjadi kunci dalam meningkatkan profesionalisme dan daya saing insinyur Indonesia.

Ia juga menambahkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, terutama dalam menghadapi revolusi industri dan perkembangan teknologi digital.

"Oleh karena itu, para insinyur dituntut memiliki kompetensi tambahan, termasuk kemampuan digital dan inovasi teknologi," kata dia.

Selain itu, Mulyadi mengungkapkan bahwa jumlah insinyur di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara lain. Berdasarkan data yang ada, setiap satu juta penduduk Indonesia hanya tersedia sekitar 3.000 insinyur, angka yang masih jauh dibandingkan negara maju.

"Kondisi ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk meningkatkan jumlah insinyur profesional, khususnya di Lampung, melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai pihak," tambahnya.

Ia berharap melalui sinergi antara pemerintah daerah, PII, dan perguruan tinggi, profesi insinyur di Lampung dapat semakin berkembang dan berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian energi, ketahanan pangan, serta pembangunan berkelanjutan di daerah.

Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan PII Lampung mampu memperkuat peran strategis insinyur dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional secara berkelanjutan. (*)