• Minggu, 12 April 2026

Rumah Sekaligus Gudang Elektronik di Tanjung Karang Pusat Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp200 juta

Sabtu, 11 April 2026 - 23.27 WIB
16

Petugas Damkar saat berjibaku memadamkan api di sebuah rumah di Tanjung Karang Pusat. Foto: Ist

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kebakaran hebat melanda sebuah rumah yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan barang elektronik (termis) di Jalan Cut Nyak Dien, Gang Palapa, Kelurahan Palapa, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Sabtu (11/4/2026) malam.

Peristiwa tersebut dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung sekitar pukul 20.30 WIB. Tim Damkar langsung bergerak cepat, dengan unit pertama keluar dari Mako Tendean hanya selang satu menit setelah laporan diterima.

Kepala Dinas Damkar Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, menyampaikan bahwa petugas berhasil tiba di lokasi dalam waktu singkat, dengan response time hanya empat menit.

“Begitu laporan masuk, delapan unit langsung kami kerahkan dari berbagai pos siaga. Unit pertama tiba di lokasi pukul 20.34 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman,” ujarnya. 

Sebanyak 35 personel diterjunkan dalam proses pemadaman yang berlangsung hingga pukul 21.30 WIB. Api berhasil dikendalikan setelah menghabiskan sekitar 12 tangki air.

Rumah milik Tehmi Wijaya (38), yang dihuni bersama istri dan dua anaknya, mengalami kerusakan cukup parah. Bagian yang terbakar merupakan area penyimpanan barang elektronik (termis), dengan luas mencapai sekitar 160 meter persegi.

Sejumlah barang berharga turut hangus dilalap api, di antaranya 12 unit kulkas, 12 mesin cuci, 10 televisi, 4 unit AC 2 PK, serta dua unit sepeda motor, yakni Vespa 150 PS dan Shogun 125 cc.

“Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang menimbulkan percikan api, kemudian membesar dan merambat hingga ke atap bangunan,” jelas Anthoni.

Untuk mempercepat proses pemadaman, pihak Damkar juga telah berkoordinasi dengan PLN guna melakukan pemutusan aliran listrik di lokasi kejadian.

"Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp200 juta, " katanya. (*)