Muscab PKB Digelar di Punden Pugung Raharjo, Ela: Politik Harus Sejalan dengan Konservasi Lingkungan
Kupastuntas.co, Lampung Timur - DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung Timur menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di kawasan Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Sabtu (11/4/2026). Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari upaya menguatkan nilai konservasi lingkungan dalam gerakan politik partai.
Ketua DPC PKB Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mengatakan Muscab sengaja dilaksanakan di kawasan punden sebagai implementasi dari program Grand Party PKB yang tidak sekadar menjadi slogan.
“Ini bagian dari filosofi kami. Ketika bicara politik, kami juga bicara tentang konservasi dan lingkungan. PKB ke depan harus bisa berdampingan dengan alam sehingga tercipta kelestarian lingkungan,” kata Ela dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, Lampung Timur memiliki potensi besar dalam sektor lingkungan dan konservasi. Mulai dari keberadaan Taman Nasional Way Kambas, kawasan taman purbakala, hingga program perhutanan sosial yang terus dikembangkan.
“Selain itu, kita punya garis pantai sepanjang kurang lebih 110 kilometer dan tanaman mangrove yang berpotensi menjadi penyerap karbon. Ini indikator kekayaan alam yang luar biasa dan harus dijaga bersama,” ujarnya.
Ela menegaskan, PKB ingin membangun kesadaran lingkungan di internal kader terlebih dahulu sebelum disampaikan kepada masyarakat luas. “Intinya kader PKB harus sadar lingkungan dulu, setelah itu baru mengampanyekan kepada masyarakat,” tegasnya.
Pemilihan Pugung Raharjo sebagai lokasi Muscab juga memiliki nilai historis yang kuat. Kawasan ini dikenal sebagai situs purbakala yang menyimpan jejak peradaban kuno di Sumatra bagian selatan.
Di dalam kawasan tersebut terdapat berbagai peninggalan seperti benteng tanah, batu berlubang, arca sederhana, hingga benda-benda megalitik yang diperkirakan berasal dari masa prasejarah hingga pengaruh Hindu-Buddha.
Selain nilai sejarah, kawasan ini juga menawarkan suasana alam yang asri dengan pepohonan rindang. Hal itu menjadikannya tidak hanya sebagai lokasi penelitian arkeologi, tetapi juga destinasi wisata edukasi dan budaya.
Ela berharap, melalui kegiatan ini, kader PKB Lampung Timur semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengenal potensi wisata sejarah di daerahnya.
“Saya berharap kader PKB Lampung Timur paham bahwa kita punya lokasi wisata yang memiliki nilai sejarah tinggi dan harus kita jaga bersama,” pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Muscab PKB Lampung Timur Usung Konsep Alam, Seleksi Ketua Lewat Uji Kompetensi
Sabtu, 11 April 2026 -
Yusnadi Tekankan Pembangunan Jalan Jabung–Labuhan Maringgai Harus Sesuai Spesifikasi Teknis
Jumat, 10 April 2026 -
Pemprov Lampung Kucurkan Dana Rp49,5 Miliar Perbaiki Empat Ruas Jalan di Lampung Timur
Jumat, 10 April 2026 -
Nelayan di Perairan Lampung Timur Meninggal Terjatuh dari Kapal
Senin, 06 April 2026








