Gubernur Lampung Tinjau Jalan di Way Kanan, Rp 172,2 Miliar Dialokasikan untuk Perbaikan 20,20 Km
Gubernur Mirza saat meninjau perbaikan jalan di Kabupaten Way Kanan, Rabu (8/4/2026). Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, meninjau langsung sejumlah ruas jalan provinsi di Kabupaten Way Kanan yang menjadi prioritas perbaikan dalam program preservasi jalan tahun anggaran 2026.
Peninjauan ini menandai dimulainya percepatan pembangunan infrastruktur guna meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Tiga ruas jalan yang ditinjau yakni Kasui - Air Ringkih (batas Sumatera Selatan), Sp. Soponyono - Serupa Indah, serta Tegal Mukti - Tajab.
Ketiganya merupakan jalur strategis yang selama ini menjadi keluhan masyarakat karena kondisi jalan yang rusak dan menghambat aktivitas ekonomi.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan total panjang jalan provinsi di Way Kanan mencapai 261,199 kilometer.
Namun, pada 2025 tingkat kemantapan jalan baru mencapai 54,79 persen, sehingga sisanya masih dalam kondisi sedang hingga rusak berat dan menjadi fokus penanganan bertahap.
"Tahun 2026 dialokasikan anggaran sekitar Rp172,2 miliar untuk tujuh paket pekerjaan dengan total penanganan sepanjang 20,20 kilometer. Tiga paket sudah berkontrak dan empat lainnya masih dalam proses lelang," ujarnya saat dimintai keterangan, Rabu (8/4/2026).
Salah satu ruas yang menjadi perhatian utama adalah Kasui - Air Ringkih yang merupakan akses vital penghubung Lampung dengan Sumatera Selatan.
Kondisi kemantapan jalan sebelumnya hanya 45,03 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 64,64 persen setelah dilakukan penanganan.
Perbaikan ruas tersebut dilakukan menggunakan konstruksi rigid pavement sepanjang 5,64 kilometer dengan nilai kontrak Rp53,3 miliar.
"Jalan ini memiliki lalu lintas harian sekitar 2.500 kendaraan, didominasi angkutan hasil bumi seperti sawit, kopi, dan karet," jelasnya.
Selain itu, ruas Sp. Soponyono - Serupa Indah ditangani menggunakan metode flexible pavement sepanjang sekitar 1 kilometer dengan nilai kontrak Rp7,6 miliar.
Setelah perbaikan, tingkat kemantapan jalan ditargetkan meningkat dari 73,29 persen menjadi 82,50 persen.
"Sementara itu, pada ruas Tegal Mukti - Tajab, pemerintah menargetkan kemantapan jalan mencapai 100 persen dari kondisi awal 80,69 persen. Penanganan dilakukan sepanjang 8,93 kilometer dengan nilai kontrak Rp67,01 miliar," kata dia.
Gubernur Mirza menegaskan bahwa perbaikan ini merupakan bagian dari rencana bertahap yang telah disusun sejak 2025, namun realisasinya baru dapat dimaksimalkan pada tahun ini karena keterbatasan anggaran sebelumnya.
"Perencanaan sudah kita siapkan sejak 2025. Tahun ini kita lanjutkan, dan tahun depan akan kita tambah lagi. Semangat kita jelas, seluruh jalan kewenangan provinsi harus terus diperbaiki," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, sejumlah ruas jalan di Way Kanan bahkan tidak tersentuh perbaikan selama sekitar 15 tahun. Kondisi tersebut berdampak langsung pada tingginya biaya transportasi dan distribusi logistik masyarakat.
"Selama 15 tahun masyarakat bersabar dengan kondisi jalan rusak. Dampaknya bukan hanya kenyamanan, tetapi juga biaya ekonomi yang meningkat," katanya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan akan membuka akses baru dan mempercepat konektivitas, termasuk memperlancar jalur dari Sumatera Selatan menuju Bandar Lampung tanpa harus memutar jauh.
Pemerintah Provinsi Lampung juga mengajak masyarakat untuk mendukung proses pembangunan, termasuk meningkatkan kesadaran membayar pajak kendaraan yang menjadi salah satu sumber pembiayaan infrastruktur.
"Jalan adalah kebutuhan utama masyarakat. Kita ingin ke depan masyarakat Lampung bangga dengan kondisi jalannya," tegas Mirza.
Melalui program preservasi jalan ini, pemerintah berharap distribusi komoditas unggulan seperti sawit, kopi, dan karet semakin lancar, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Way Kanan secara berkelanjutan. (*)
Berita Lainnya
-
DPRD Way Kanan Bedah LKPJ Kepala Daerah Tahun 2025: Fokus pada Fungsi Pengawasan
Senin, 30 Maret 2026 -
Penerbangan dari Bandara Gatot Subroto ke Halim Perdana Kusumah Bakal Dibuka, Bambang: Banyak Permintaan Masyarakat
Senin, 22 Januari 2024 -
Bandara Gatot Subroto Way Kanan Akan Diaktifkan Lagi, Layani 3 Rute Penerbangan
Minggu, 07 Januari 2024 -
Jembatan Way Nibung II Lampung Patah Dilintasi Fuso, Pemprov Bangun Jembatan Darurat
Jumat, 15 Desember 2023








