Dua Gorong-gorong Ambrol di Talang Rejo, Akses Alternatif Kotaagung Terancam Putus
Dua gorong-gorong di Dusun 02 Pekon Talang Rejo ambrol, Selasa (7/4/2026). Foto: Ist
Kupastuntas.co, Tanggamus - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, Lampung, menyebabkan dua gorong-gorong di Dusun 02 Pekon Talang Rejo ambrol, Selasa (7/4/2026).
Kerusakan ini mengancam akses jalan alternatif yang selama ini menjadi jalur penting mobilitas warga dan aparatur pemerintah menuju Kotaagung.
Gorong-gorong pertama yang ambrol berada di dekat warung mie ayam Suwoto. Peristiwa itu bermula dari longsoran kecil di sekitar lokasi yang terjadi sekitar dua pekan lalu.
Kondisi kemudian memburuk saat hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut, sehingga aliran air deras dari bagian atas menerjang gorong-gorong yang tersumbat sampah.
Akibatnya, struktur gorong-gorong tidak mampu menahan tekanan air dan ambrol hingga menjorok ke badan jalan. Sekitar 1,5 meter badan jalan kini dalam kondisi menggantung dan rawan amblas.
Kepala Dusun 02 Pekon Talang Rejo, Robichan, mengatakan kondisi tersebut sangat berbahaya, terutama bagi kendaraan dengan tonase berat.
“Sebagian badan jalan sudah menggantung. Kalau dilalui kendaraan berat, dikhawatirkan bisa ambrol total,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Menurut Robichan, ruas jalan tersebut merupakan jalur alternatif yang cukup padat dilalui setiap hari. Selain warga yang hendak beraktivitas ke Pasar Kotaagung, jalan itu juga digunakan oleh pegawai Pemerintah Kabupaten Tanggamus menuju pusat perkantoran.
Kepala Pekon Talang Rejo, Helmi, mengungkapkan kekhawatiran serupa. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan agar kerusakan tidak semakin parah.
“Jalan ini sangat vital. Kami berharap Dinas PUPR bisa segera turun untuk melakukan perbaikan. Jika tidak, jalan ini bisa putus dan mengganggu aktivitas masyarakat,” kata Helmi.
Selain di lokasi dekat warung mie ayam, kerusakan juga terjadi pada gorong-gorong di samping Mushola Al Amin yang berjarak sekitar 200 meter dari titik pertama.
Ambrolnya dua gorong-gorong dalam satu kawasan menambah kekhawatiran warga akan potensi longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun.
Warga berharap adanya penanganan darurat, seperti pemasangan rambu peringatan dan pembatas jalan, guna meminimalkan risiko kecelakaan.
"Perbaikan permanen dinilai mendesak agar akses alternatif tersebut tetap dapat digunakan secara aman," kata Herdi, pegawai Pemkab Tanggamus yang mengaku tiap hari melewati jalan ini. (*)
Berita Lainnya
-
BPKH Wilayah XX Bandar Lampung: Trase Jalan Way Nipah-Tampang Muda Tanggamus di Luar Kawasan Hutan
Jumat, 03 April 2026 -
Tersangka Curanmor di Pulau Panggung Tanggamus ODGJ Berat, Keluarga Soroti Penahanan
Minggu, 29 Maret 2026 -
Baru Bebas, Residivis Curas Kembali Bunuh Orang di Wonosobo Tanggamus
Minggu, 22 Maret 2026 -
Melonjak, Harga Daging Sapi di Kotaagung Tanggamus Tembus Rp 180 Ribu per Kg
Jumat, 20 Maret 2026








