• Selasa, 07 April 2026

Perkuat Ideologi Kebangsaan, Dewi Nadi Soroti Peran Keluarga Bentuk Karakter Generasi Muda

Selasa, 07 April 2026 - 09.33 WIB
28

Anggota DPRD Provinsi Lampung, Ni Ketut Dewi Nadi saat sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di Kampung Putra Lempuyang, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, pada Sabtu (28/3/2026). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Tengah - Anggota DPRD Provinsi Lampung, Ni Ketut Dewi Nadi, S.T., M.Sos., kembali menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) tahap ke-II tahun 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Kampung Putra Lempuyang, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, pada Sabtu (28/3/2026).

Dalam arahannya, Dewi Nadi menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat untuk membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa. Menurutnya, pendidikan formal di sekolah memiliki keterbatasan waktu, sehingga beban pembentukan moral anak sejatinya berada di tangan orang tua.

“Seorang orang tua adalah sebagai seorang pendidik yang dapat menanamkan nilai-nilai Pancasila yang merupakan dasar atau pegangan hidup seseorang dalam bertingkah laku melalui contoh yang baik atau keteladanan kepada anak-anaknya," ujar Dewi Nadi di hadapan para peserta.

Ia menambahkan bahwa karakter anak sebagai generasi penerus bangsa sangat bergantung pada pola asuh di rumah.

“Orang tua mempunyai peran yang sangat besar untuk karakter anak-anak kita. Kita tahu bahwa anak-anak bersekolah itu cuma beberapa jam di setiap harinya. Jadi tanggung jawab orang tualah yang paling banyak untuk mendidik karakter anak-anak kita, karena pendidikan di dalam keluarga itu sangatlah penting," tegasnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan Plt. Bupati Lampung Selatan, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., sebagai narasumber pertama. Dalam bahasannya, Komang Koheri memaparkan pentingnya sinergi antara nilai keagamaan dan kebangsaan untuk menjaga keutuhan NKRI di tingkat desa.

“Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan nafas dalam kehidupan bergotong-royong di masyarakat. Jika kerukunan di tingkat kampung terjaga, maka ketahanan nasional kita akan semakin kokoh," kata Komang Koheri.

Sementara itu, narasumber kedua, Nico Finandi Asnawi, S.IP., M.M., memberikan perspektif mengenai tantangan ideologi di era digital. Ia mengingatkan warga agar bijak dalam menyaring informasi yang berpotensi memecah belah persatuan.

"Wawasan kebangsaan adalah benteng kita di tengah arus informasi media sosial. Kita harus mampu membedakan mana berita yang membangun dan mana yang bersifat provokatif agar nilai Pancasila tidak luntur oleh hoaks," jelas Nico

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta aparatur kampung setempat. Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Lampung Tengah, khususnya di Way Pengubuan, dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya kondusivitas wilayah. (**)