• Selasa, 07 April 2026

Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Plastik di Bandar Lampung Naik Hingga 50 Persen

Selasa, 07 April 2026 - 13.19 WIB
21

Nasrudin, pedagang plastik di pasar Tamin Bandar Lampung saat ditemui di lapaknya. Foto: Yudi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat mulai memberikan dampak nyata bagi ekonomi masyarakat di daerah. Di Bandar Lampung, harga berbagai jenis plastik melonjak drastis hingga mencapai 50 persen dari harga normal.

Kenaikan ini dipicu oleh melambungnya harga minyak mentah dunia, yang merupakan bahan baku utama pembuatan bijih plastik. Berdasarkan pantauan di pasar tradisional, kenaikan ini telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir dan mulai dikeluhkan oleh para pedagang maupun konsumen.

Nasrudin, salah satu pedagang plastik yang telah berjualan selama puluhan tahun di pasar Tamin Bandar Lampung, mengaku terkejut dengan kenaikan kali ini. Menurutnya, kenaikan harga ini merupakan yang paling signifikan selama masa ia berdagang.

"Sejak puluhan tahun saya berjualan, baru kali ini kenaikan harga plastik sangat terasa akibat pengaruh perang Iran dan Israel. Naiknya bertahap tapi terus-menerus dalam beberapa pekan ini," ujar Nasrudin saat ditemui awak media Selasa (7/4/26).

Ia merinci bahwa kenaikan harga berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per jenis plastik. Sebagai contoh, produk yang sebelumnya dijual seharga Rp10.000 kini melonjak menjadi Rp15.000.

Tidak semua jenis plastik mengalami persentase kenaikan yang sama. Nasrudin menjelaskan bahwa jenis plastik yang paling banyak digunakan oleh pedagang kecil justru mengalami kenaikan paling tinggi. 

Plastik pembungkus kecil Mengalami kenaikan hingga 50 persen kemudian jenis plastik lainnya Mengalami kenaikan di kisaran 30 hingga 40 persen.

Kenaikan harga ini langsung berdampak pada perilaku konsumen. Banyak pembeli yang biasanya menyetok dalam jumlah besar, kini terpaksa membatasi pembelian mereka.

"Saat harga mahal begini, pembeli jadi mengurangi jumlah pesanannya. Yang biasanya beli banyak, sekarang cuma beli sedikit. Akibatnya, omzet pendapatan kami menurun drastis," tambahnya

Kaitan antara perang di Timur Tengah dengan harga plastik di pasar lokal memang sangat erat. Secara teknis, plastik diproduksi dari polimer yang berasal dari pengolahan minyak mentah dan gas alam. 

Ketika konflik di Timur Tengah memanas, jalur distribusi minyak terganggu dan harga global melonjak, yang secara otomatis mengerek biaya produksi plastik di tingkat pabrikan hingga ke pengecer.

Hingga saat ini, para pedagang di Bandar Lampung hanya bisa berharap situasi global segera mereda dan harga minyak dunia kembali stabil, sehingga harga jual plastik bisa kembali normal dan daya beli masyarakat kembali meningkat. (*)