WNA Asal Jerman Korban Kebakaran Dimakamkan di Pesisir Barat
Polisi saat melakukan olah TKP kebakaran rumah yang menewaskan WNA asal Jerman di Pesisir Barat. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Pesisir Barat - Seorang warga negara asing
(WNA) asal Jerman, Helena Vera Otto (92), yang menjadi korban kebakaran di
Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat,
Senin (6/4/2026).
Korban meninggal dunia setelah kebakaran melanda rumah tempatnya tinggal pada dini hari. Peristiwa tersebut mengejutkan warga sekitar karena terjadi saat sebagian besar masyarakat masih beristirahat.
Proses pemakaman dilakukan di wilayah Pesisir Barat setelah pihak keluarga menggelar musyawarah dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk aparat setempat.
Peratin Pekon Kampung Jawa, Rudianto, mengatakan keputusan pemakaman diambil setelah keluarga korban menyatakan telah mengikhlaskan musibah tersebut.
“Korban dimakamkan di tempat pemakaman umum di sini berdasarkan kesepakatan pihak keluarga dan juga koordinasi dengan semua pihak terkait,” ujar Rudianto.
Berdasarkan keterangan warga, saat kebakaran terjadi korban diketahui sedang tertidur di dalam kamar. Kondisi tersebut membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri saat api mulai membesar.
Rumah yang terbakar diketahui merupakan milik besan korban, Astari, yang akrab disapa Uak Ogan. Bangunan kamar korban berada terpisah dari bangunan utama, namun masih dalam satu area rumah.
“Menurut informasi masyarakat, korban saat itu sedang tidur. Kamar tempat beliau beristirahat terpisah dari bangunan utama dalam satu area rumah,” jelas Rudianto.
Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.14 WIB. Api dengan cepat membesar dan melalap bagian rumah sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.
Petugas pemadam kebakaran bersama warga setempat berjibaku memadamkan api hingga akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 05.00 WIB.
Sementara itu, menantu korban, Yunani, mengaku pihak keluarga tidak mengetahui secara pasti penyebab awal kebakaran tersebut. “Kami bangun sekitar pukul 03.30 WIB, tiba-tiba api sudah membesar. Kami tidak mengetahui secara pasti bagaimana awal kebakaran itu terjadi,” kata dia.
Ia menjelaskan, korban yang akrab disapa “oma” meskipun telah berusia lanjut, masih dapat beraktivitas secara mandiri. Namun, korban diketahui mengalami penurunan daya ingat dan pendengaran.
Menurut Yunani, korban telah cukup lama tinggal di Pesisir Barat bersama keluarga dengan status sebagai warga negara Jerman yang memegang izin tinggal sementara di Indonesia. “Nanti pada November 2026 genap dua tahun beliau tinggal di sini dengan izin tinggal sementara,” ujarnya.
Pihak keluarga juga telah menghubungi anak kandung korban yang berada di Jerman untuk menyampaikan kabar duka. Keluarga di luar negeri disebut telah menerima dan mengikhlaskan kejadian tersebut.
Selain itu, keluarga memutuskan untuk tidak melakukan autopsi terhadap jenazah korban karena meyakini kematian terjadi akibat musibah kebakaran. “Berdasarkan musyawarah keluarga, kami sepakat menolak autopsi dan langsung memakamkan korban di sini,” ungkap Yunani.
Sementara itu, hingga kini lokasi kejadian masih dipasangi garis polisi. Tim Inafis dari kepolisian setempat terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. (*)
Berita Lainnya
-
Kebakaran Hanguskan Rumah di Pekon Kampung Jawa Pesisir Barat, Satu WNA Tewas
Senin, 06 April 2026 -
Pasca Insiden Maut, BPBD Pesibar Larang Wisatawan Berenang di Area Pantai Tanpa Pengawasan
Selasa, 24 Maret 2026 -
Tiga Wisatawan Tenggelam di Pantai Mandiri Pesibar, Satu Korban Masih Dalam Pencarian
Senin, 23 Maret 2026 -
Aksi Heroik Penyelamatan Wisatawan Tenggelam di Pantai Mandiri Pesisir Barat
Sabtu, 21 Maret 2026








