• Senin, 06 April 2026

Pelantikan BEM Unila, Gubernur Mirza Soroti Bonus Demografi 71 Persen di Lampung

Senin, 06 April 2026 - 14.45 WIB
24

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat menghadiri Stadium General dan Pelantikan Pengurus BEM U KBM Unila periode 2026 di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Senin (6/4/2026). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai kekuatan perubahan saat menghadiri Stadium General dan Pelantikan Pengurus BEM U KBM Universitas Lampung periode 2026 di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Senin (6/4/2026).

Kehadiran Gubernur bersama Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, serta jajaran Forkopimda menjadi sinyal kuat bahwa suara mahasiswa tetap menjadi perhatian penting dalam pembangunan daerah dan nasional.

Mengusung tema "Mahasiswa sebagai Katalisator Perubahan serta Pusat Gerak Menuju Industri 5.0 dan Indonesia Emas 2045," kegiatan ini tidak sekadar pelantikan kepengurusan baru, tetapi juga ruang dialog antara mahasiswa dan pemangku kebijakan.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menekankan bahwa mahasiswa merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyerap aspirasi masyarakat.

Ia menyebut, forum mahasiswa menjadi ruang yang tepat untuk membangun sinergi dan mencari solusi atas berbagai persoalan daerah.

"Tempat mahasiswa adalah tempat yang tepat bagi kami untuk bersinergi dan mendengar keluhan masyarakat," ujarnya.

Mirza juga menyoroti bonus demografi di Provinsi Lampung yang mencapai 71 persen usia produktif.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang besar sekaligus tantangan yang harus dihadapi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia berharap kepengurusan BEM yang baru mampu mengambil peran sebagai generasi yang menyiapkan pondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan serupa juga disampaikan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. Alumni Fakultas Hukum Unila itu mendorong mahasiswa untuk tetap menjaga fungsi kontrol sosial secara intelektual dan konstruktif.

"Mahasiswa harus berani bersuara. Jangan pernah takut mengkritik jika kebijakan tidak berpihak pada rakyat, sampaikan dengan cara intelektual," tegasnya.

Pelantikan ini menandai dimulainya kepengurusan BEM U KBM Unila di bawah kepemimpinan Presiden Mahasiswa Aditya Putra Bayu dan Wakil Presiden Mahasiswa Reza Ananta.

Momentum tersebut diharapkan menjadi awal penguatan peran mahasiswa dalam membangun kepemimpinan yang adaptif, inovatif, serta berintegritas, sekaligus memperkuat kontribusi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. (*)