• Senin, 06 April 2026

PDIP Metro Perkuat Mesin Partai, Ratusan Pengurus Ranting hingga Anak Ranting Resmi Dilantik

Senin, 06 April 2026 - 11.32 WIB
37

Ketua DPC PDIP Kota Metro saat melantik ratusan pengurus ranting hingga anak ranting se-Metro. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Metro - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Metro telah melantik ratusan pengurus Ranting dan Anak Ranting dalam gelaran Musyawarah Ranting (Musran) se-Kota Metro. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Kayu Yosomulyo, Minggu (5/4/2026) sore, sebagai bagian dari langkah konsolidasi menyeluruh hingga ke tingkat paling bawah struktur partai.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Metro, Ancilla Hernani menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis untuk memastikan mesin partai bergerak serentak dan disiplin dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Menurutnya, sebagai partai yang memposisikan diri sebagai penyeimbang, PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk menghadirkan kerja nyata di tengah masyarakat. Hal itu, kata dia, dimulai dari penguatan internal kader, terutama dalam menjaga kedisiplinan dan membangun narasi politik yang relevan dengan kebutuhan riil warga.

“Bagaimana kader dari tingkat DPC hingga Anak Ranting mampu menjaga kedisiplinan, serta membangun narasi yang positif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Metro,” kata dia kepada awak media, Minggu (5/4/2026) sore.

Musyawarah Ranting sendiri menjadi forum penting dalam struktur partai. Selain sebagai wadah evaluasi program kerja, Musran juga menjadi ruang strategis untuk menyusun arah kebijakan organisasi ke depan serta melakukan regenerasi kepengurusan secara terstruktur.

Sebagai partai pemenang Pemilu Legislatif di Kota Metro, PDI Perjuangan dinilai tengah mempercepat langkah konsolidasi di akar rumput. Reorganisasi yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat hingga Anak Ranting, dipandang sebagai upaya sistematis untuk memperkuat posisi politik partai, baik dalam fungsi legislasi maupun dalam memengaruhi arah kebijakan pembangunan daerah.

Ancilla menjelaskan, proses reorganisasi ini merupakan bagian dari instruksi berjenjang dari Dewan Pimpinan Pusat hingga ke daerah, yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh struktur partai.

“Tugas kita melaksanakan tahapan reorganisasi partai yang dimulai dari DPP, DPD, DPC, hingga ke Pengurus Anak Cabang, Ranting, dan Anak Ranting. Ini adalah proses yang harus kita jalankan bersama,” tegasnya.

Di sisi lain, Musran juga dimaknai sebagai ruang memperkuat kohesi internal partai. Dalam dinamika politik lokal yang kerap diwarnai perbedaan kepentingan, soliditas kader menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas organisasi.

Ancilla menyebut, kegiatan tersebut bukan hanya forum formal, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar kader, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tubuh partai hingga ke lapisan paling bawah.

“Semoga ini menjadi ruang merawat silaturahmi dan memperkuat persatuan antar kader hingga ke akar rumput,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan komitmen seluruh jajaran DPC PDI Perjuangan Kota Metro untuk tetap solid dan tegak lurus terhadap instruksi Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri.

“Kami solid bergerak, siap melaksanakan perintah dan instruksi Ketua Umum. Seluruh jajaran dari DPC hingga Anak Ranting siap mengawal program partai,” ujarnya, disambut pekikan dari para kader.

Berdasarkan data yang dihimpun, DPC PDI Perjuangan Kota Metro melantik sebanyak 198 pengurus Ranting yang tersebar di 22 kelurahan, dengan masing-masing ranting diisi sembilan orang. Sementara di tingkat Anak Ranting, sebanyak 630 pengurus dilantik, dengan komposisi tiga orang di setiap RW.

Jumlah tersebut menunjukkan skala konsolidasi yang tidak kecil. Dengan total ratusan pengurus yang kini resmi dilantik, struktur partai di tingkat akar rumput diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengawal implementasi program-program pembangunan yang dinilai berpihak pada rakyat.

Langkah ini sekaligus menandai penguatan organisasi partai dalam menghadapi dinamika politik ke depan, di mana peran struktur hingga tingkat terbawah menjadi faktor penentu dalam menjaga eksistensi dan pengaruh partai di tengah masyarakat. (*)