• Senin, 06 April 2026

Jalan Pattimura dan dan Soekarno–Hatta di Metro Segera Dibenahi, Telan Anggaran 12 Miliar

Senin, 06 April 2026 - 14.01 WIB
24

‎Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung dari Dapil III (Pringsewu, Pesawaran, dan Metro), Tondi Muammar Nasution. Foto: Sandika/Kupastuntas.co

‎‎Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sorotan terhadap infrastruktur jalan di Kota Metro akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah lama dikeluhkan warga, dua ruas strategis—Jalan Patimura di Metro Utara dan Jalan Soekarno–Hatta di Metro Barat—dipastikan segera dibenahi.

‎‎Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung dari Dapil III (Pringsewu, Pesawaran, dan Metro), Tondi Muammar Nasution, mengungkapkan bahwa saat ini proses perbaikan masih berada pada tahap evaluasi. Jika tidak ada kendala, pekerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan April 2026.

‎”Kalau tidak ada halangan, pertengahan April ini sudah mulai berjalan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

‎‎Bagi Tondi, percepatan ini bukan sekadar proyek rutin, melainkan hasil dari perjuangan panjang yang telah didorong sejak awal masa jabatannya pada 2024. Ia menjelaskan, kondisi Jalan Patimura dan Soekarno–Hatta sebagai ruas jalan provinsi memang sudah lama memprihatinkan dan membutuhkan penanganan serius.

‎”Ini sudah kita dorong sejak 2024, masuk tahap perencanaan, lalu 2025 berproses, dan 2026 ini masuk tahap pelaksanaan,” jelasnya.

‎‎Namun demikian, Tondi turut menyoroti pola pembangunan infrastruktur jalan yang dinilai kerap tidak bertahan lama. Ia mengingatkan agar proyek yang dikerjakan tidak sekadar menjadi tambal sulam tanpa kualitas yang memadai.

‎”Kita harap jangan baru dibangun satu-dua tahun sudah rusak lagi. Kasihan daerah lain yang juga butuh penanganan,” tegas mantan Ketua DPRD Kota Metro periode 2019–2024 tersebut.

‎‎Menurutnya, kondisi keuangan daerah yang fluktuatif harus menjadi perhatian serius bagi para pelaksana proyek. Setiap anggaran yang digelontorkan harus mampu menghasilkan infrastruktur yang kuat dan berumur panjang, bukan sekadar mengejar target serapan.

‎‎Tondi juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan jalan di seluruh wilayah Lampung. Dengan banyaknya ruas jalan yang mengalami kerusakan, penanganan harus dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas yang jelas.

‎”Kita ini banyak jalan yang harus ditangani. Jadi harus bergantian, tapi kualitasnya jangan dikorbankan,” tambahnya.

‎‎Ia juga mengungkapkan bahwa  sebelumnya pada tahun 2024 kerusakan jalan yang direncanakan untuk diperbaiki   tidak separah saat ini. Maka yang diperbaiki mengikuti perencanaan di tahun 2024.

‎‎Kerusakan jalan direncanakan menggunaan rigid beton Namun, melihat kondisi kerusakan yang kini semakin parah dibandingkan tahun 2024, penanganan kemungkinan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan titik-titik yang paling rusak.

‎‎”Dulu rencananya mau rigid beton semua, tapi kondisi sekarang lebih parah. Jadi kemungkinan tidak bisa full, yang rusak berat didahulukan,” jelasnya.

‎‎Dari sisi anggaran, perbaikan Jalan Patimura diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar, meski nilai pastinya masih menunggu hasil lelang. Sementara itu, penanganan Jalan Soekarno–Hatta, khususnya di wilayah Mulyojati, dianggarkan sekitar Rp2 miliar.

‎‎Di sisi lain, Tondi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang telah mengakomodasi aspirasi masyarakat Kota Metro melalui pokok-pokok pikiran DPRD.

‎‎Perbaikan dua ruas jalan ini diharapkan tidak hanya menjawab keluhan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum perbaikan kualitas pembangunan infrastruktur jalan di Lampung agar lebih tahan lama dan merata. (*)