• Jumat, 17 April 2026

Sempat Terdengar Minta Tolong, Kematian Perempuan di Pringsewu Diselidiki Intensif

Sabtu, 04 April 2026 - 14.30 WIB
109

Teteh Rosa yang diduga jadi korban pembunuhan saat ditemukan di rumah kontrakannya. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Pringsewu - Penemuan mayat seorang perempuan dalam sebuah rumah kontrakan di Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu yang sempat menggegerkan warga Jumat 3 April 2026 kemarin mulai menemukan titik terang.

Dari informasi yang dihimpun Kupastuntas.co, korban merupakan warga Kecamatan Sendang, Kabupaten Lampung Tengah. Selama ini korban akrab di panggil 'teteh Rosa' dan dikenal supel oleh teman-temannya.

Sebelum ditemukan meninggal dunia pukul 10.30 WIB, salah satu tetangga korban mengaku sempat mendengar teriakan minta tolong dari dalam rumah kontrakan korban.

"Ya sekitar pukul 03.30 WIB saya mendengar teriakan minta tolong," ujar tetangga korban usai memberi kesaksian di Mapolres Pringsewu Jumat (3/4/2026) malam.

Kepergian teteh Rosa meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan sahabat sahabatnya. Mereka berharap penyebab kematian almarhumah bisa segera terungkap.

"Saya dan beberapa teman ikut ke RS Bhayangkara, outopsi jenazah selesai sekitar pukul 01.00 setelah di outopsi alamarhumah kami antar kerumah duka di Sendang," ujar salah satu kolega korban.

Pantauan di Mapolres Pringsewu mulai Jumat (3/4/2026) hingga Sabtu (4/4/2026) sejumlah saksi bergantian untuk di mintai keterangan mulai dari Kepala Pekon, tetangga, termasuk kolega dan sahabat sahabat korban.

Dari informasi yang beredar diduga korban meninggal dunia akibat kekerasan. "Mengarah kesana (pembunuhan) itu analisis orang medis," ujar sumber yang namanya enggan disebut.

Kasatreskrim Polres Pringsewu Iptu Rosali mewakili Kapolres AKBP M Yunus Saputra meminta warga agar bersabar. Ia mengatakan saat ini pihaknya terus bekerja untuk mengungkap penyebab kematian korban

 "Sudah dilakukan outopsi tinggal menunggu hasilnya, kami juga sudah melakukan cek TKP ulang untuk memastikan penyebab kematiaan termasuk mendalami dugaan tindakan kekerasan terhadap korban," kata Iptu Rosali, Sabtu (4/4/2026).

Dalam kasus ini, pihaknya sudah meminta keterangan saksi yang jumlanya lebih dari 10 orang. "Sekali lagi mohon sabar kami sedang berupaya untuk mengungkap kasus ini mudah mudahan secepatnya," ujar Kasat. (*)