• Sabtu, 18 April 2026

BGN Minta Maaf Terkait 72 Siswa Diduga Keracunan Spageti MBG

Sabtu, 04 April 2026 - 14.41 WIB
43

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa 72 siswa dari empat sekolah diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim).

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ujar Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, dalam keterangannya dilansir Detik.com, Sabtu (4/4/2026).

Nanik mengatakan BGN memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban. Ia menuturkan BGN juga telah mengambil langkah tegas sebagai bentuk tanggung jawab dan pengamanan dengan menghentikan operasional SPPG Pondok Kelapa tersebut.

"Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," ujarnya.

Sebagai informasi, peristiwa ini terjadi pada Jumat (3/4/2026), setelah pada Kamis (2/4) sore, pihak SPPG menerima laporan dari guru terkait sejumlah siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual setelah mengonsumsi makanan. Menu yang disajikan saat itu meliputi spageti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.

Adapun dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar. Nanik menilai jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan.

"BGN memastikan akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG," ujarnya. (*)