Pemprov Lampung dan Lambar Tukar Hibah Lahan, Sekolah Rakyat Segera Dibangun di Sukau
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menerima audiensi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Desti Arisandi, di ruang kerjanya, Selasa (31/03/2026). Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pemerintah Lampung Barat dan Pemerintah
Provinsi Lampung mulai mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat melalui
langkah konkret berupa pertukaran hibah lahan. Upaya ini menjadi titik awal
percepatan pembangunan fasilitas pendidikan yang ditujukan bagi masyarakat
kurang mampu di wilayah tersebut.
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menerima audiensi Pelaksana Tugas (Plt)
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Desti Arisandi, di ruang kerjanya, Selasa
(31/03/2026). Pertemuan itu berfokus pada penyerahan sertifikat hibah tanah
sebagai dasar legal pembangunan Sekolah Rakyat.
Dalam audiensi tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menyerahkan sertifikat
hibah lahan seluas sekitar 7 hektare. Lahan itu direncanakan menjadi lokasi
utama pembangunan Sekolah Rakyat di Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau.
Sebagai bentuk timbal balik dan penguatan kerja sama, Pemerintah Kabupaten
Lampung Barat juga menyerahkan hibah lahan seluas 5 hektare kepada Pemerintah
Provinsi Lampung. Lahan tersebut berada di Pekon Tanjung Raya, Kecamatan Sukau.
"Langkah saling hibah ini menunjukkan adanya sinergi konkret antara
pemerintah kabupaten dan provinsi dalam mendukung pembangunan berbasis
kebutuhan masyarakat. Fokus utama diarahkan pada peningkatan akses pendidikan
dan penguatan sektor ekonomi lokal," kata Parosil.
Bupati Parosil Mabsus menegaskan bahwa audiensi ini merupakan tindak lanjut
dari harapan pemerintah daerah agar lahan milik provinsi dapat dimanfaatkan
untuk kepentingan pendidikan. Ia menyebut pembangunan Sekolah Rakyat menjadi
prioritas penting bagi daerahnya.
Menurut Parosil, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjawab
kebutuhan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. "Program ini juga
sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam memperluas akses
pendidikan berkualitas," sambungnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mendukung penuh program
prioritas Presiden Republik Indonesia, termasuk pengembangan Sekolah Rakyat dan
Koperasi Merah Putih. Kedua program tersebut dinilai saling mendukung dalam
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Terkait kebutuhan lahan, Parosil menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah
Rakyat minimal membutuhkan sekitar 5 hektare. Namun, ia berharap lahan yang
tersedia bisa lebih luas agar fasilitas yang dibangun semakin lengkap.
Dengan luas mencapai 7 hektare, ia optimistis berbagai fasilitas pendukung
seperti lapangan, kolam, hingga sarana olahraga dapat diwujudkan. Hal ini
dinilai penting untuk menunjang kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Selain itu, Parosil berharap lahan hibah dari pemerintah kabupaten yang
diberikan kepada provinsi dapat dimanfaatkan secara optimal. Ia mendorong
pengembangan sektor perkebunan kopi hingga pembangunan industri pengolahan kopi
di atas lahan tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas dukungan
nyata dalam pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya. Dukungan tersebut dinilai
menjadi dorongan besar bagi percepatan realisasi program.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Desti
Arisandi, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus mendukung
pembangunan daerah. Ia menyebut sektor pendidikan dan pertanian menjadi fokus
yang saling terintegrasi.
Desti menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat akan dipusatkan di kawasan
BBI Hanakau dengan total luas lahan sekitar 12 hektare. Dari luas tersebut,
sekitar 7 hektare akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur pendidikan.
Selain untuk fasilitas pendidikan, sebagian lahan juga akan mendukung
program Koperasi Merah Putih yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
Ia menilai kolaborasi ini menjadi model pembangunan terpadu.
Melalui kesepakatan hibah lahan ini, pemerintah provinsi dan kabupaten
menargetkan terwujudnya pembangunan yang tidak hanya berfokus pada
infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas
hidup masyarakat di Lampung Barat. (*)
Berita Lainnya
-
Sampah Liar Sumbat Drainase, Jalan Nasional di Lampung Barat Terancam Banjir
Selasa, 31 Maret 2026 -
Tiga Tarian Khas Lampung Barat Jadi Warisan Budaya Indonesia
Selasa, 31 Maret 2026 -
Zepy Tantalo Resmi Jabat Kasi Pidsus Kejari Lambar Gantikan Wendra Setiawan
Selasa, 31 Maret 2026 -
Bupati Lampung Barat Beberkan Capaian 2025: Ekonomi Melaju dan Kemiskinan Menyusut
Selasa, 31 Maret 2026








