Lampung Siapkan 7.855 Siswa Ikuti Kelas Migran Vokasi, 475 Peluang Kerja di Jepang Menanti
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, membahas kesiapan Program Kelas Migran Vokasi bersama sejumlah pihak terkait dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Selasa (31/3/2026). Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, membahas kesiapan Program Kelas Migran Vokasi bersama sejumlah pihak terkait dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Selasa (31/3/2026).
Rakor juga membahas upaya menyiapkan tenaga kerja Lampung agar mampu bersaing di tingkat internasional terus dimatangkan.
Rapat tersebut melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung, Bank Lampung, serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Jepang.
Program Kelas Migran Vokasi dirancang untuk membangun generasi pekerja migran yang profesional, terampil, dan berdaya saing global. Pada tahun ini, program tersebut ditargetkan dapat diikuti oleh 7.855 siswa SMA/SMK dengan dukungan 93 pengajar atau sensei.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan bahwa program ini harus segera direalisasikan dan tidak boleh tertunda.
"Program ini harus dieksekusi tahun ini dan harus ada pemberangkatan dari peserta yang sudah dilatih. Saya minta seluruh pihak mengawal secara intensif, mulai dari proses pelatihan hingga penempatan kerja," ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar setiap kendala yang muncul dapat segera dikoordinasikan dan diselesaikan sejak awal.
"Jika ada kendala, segera dikoordinasikan. Jangan sampai saat mendekati waktu keberangkatan justru muncul ketidaksiapan yang menghambat program ini. Kita ingin semua berjalan sesuai rencana," tegasnya.
Melalui program ini, diharapkan semakin banyak generasi muda Lampung yang memiliki keterampilan unggul dan mampu bersaing di pasar kerja internasional.
"Sekaligus dapat membuka peluang kerja yang lebih luas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Lampung," kata dia.
BP3MI Lampung menyampaikan bahwa terdapat 475 peluang kerja di Jepang saat ini dengan permintaan mayoritas di bidang Food and Beverage (F&B) dan hospitality sebanyak 229 lowongan.
Kesehatan dan caregiving 80 lowongan, agrikultur dan perikanan 72 lowongan, logistik dan service 58 lowongan, serta manufaktur dan konstruksi 39 lowongan.
Selain itu, tren perekrutan tenaga kerja ke Jepang saat ini semakin mengarah pada sistem berbasis keahlian (skill-based recruitment), di mana faktor gender tidak lagi menjadi batasan utama dalam sebagian besar lowongan yang tersedia.
Untuk mendukung implementasi program, Pemerintah Provinsi Lampung akan memperkuat kolaborasi dengan seluruh LPK di daerah guna mengawal proses pelatihan hingga penempatan kerja.
LPK juga menyatakan kesiapan untuk mendukung program ini dengan membagi skema pelatihan ke dalam dua klaster, yakni jalur magang dan jalur kerja.
Dalam pelaksanaannya, para peserta tidak hanya dibekali kemampuan bahasa, tetapi juga keterampilan teknis sesuai kebutuhan industri.
Selain itu, akan dilakukan proses screening terhadap minat dan potensi siswa agar pembelajaran lebih terarah dan sesuai dengan kompetensi masing-masing. (*)
Berita Lainnya
-
Universitas Teknokrat Indonesia Jalin Kerja Sama dengan BRIN, Akselerasi Inovasi dan Riset Berkelanjutan
Selasa, 31 Maret 2026 -
Nikmati Liburan Nyaman dengan Harga Terjangkau, Holiday Inn Lampung Bukit Randu Hadirkan Promo 'April Stay & Save'
Selasa, 31 Maret 2026 -
2.866 Siswa Lolos SNBP 2026 di Unila, Mayoritas dari Lampung
Selasa, 31 Maret 2026 -
Dinkes Bandar Lampung Catat 33 Kasus DBD hingga Maret 2026, Warga Diminta Tetap Waspada
Selasa, 31 Maret 2026








