Dinkes Bandar Lampung Catat 33 Kasus DBD hingga Maret 2026, Warga Diminta Tetap Waspada
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung. Foto: Sri/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar
Lampung merilis data terbaru terkait persebaran penyakit Demam Berdarah Dengue
(DBD). Hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 33 kasus DBD ditemukan di sejumlah
kecamatan di wilayah tersebut.
Meski angka tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional dan tidak
ditemukan kasus kematian (zero fatality), Dinkes mengimbau masyarakat untuk
tetap waspada. Pasalnya, sebagian besar wilayah di Bandar Lampung masih
tergolong zona merah atau endemis DBD.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung,
menjelaskan bahwa dari total 126 kelurahan, mayoritas masih memiliki riwayat
kasus DBD dalam siklus tahunan.
“Sebanyak 68 kelurahan masuk kategori endemis, 55 kelurahan sporadis, dan
hanya tiga kelurahan yang benar-benar bebas kasus dalam tiga tahun terakhir,”
ujar Muhtadi, Selasa (31/3/2026).
Ia menambahkan, tiga kelurahan yang bebas kasus tersebut akan dijadikan
sebagai proyek percontohan (pilot project) untuk mengkaji pola keberhasilan
pencegahan yang bisa diterapkan di wilayah lain.
“Langkah ini penting untuk mengetahui strategi efektif yang dilakukan
masyarakat sehingga bisa direplikasi di daerah endemis,” tambahnya.
Dalam upaya menekan penyebaran DBD, Dinkes terus mendorong penguatan
gerakan 3M Plus. Upaya tersebut meliputi menguras tempat penampungan air secara
rutin, menutup rapat wadah air, serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas
yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Selain itu, penggunaan bubuk abate dan peran kader juru pemantau jentik
(jumantik) juga terus dioptimalkan.
“Kami menggerakkan ribuan kader hingga tingkat kelurahan. Edukasi langsung
ke rumah-rumah warga terus dilakukan melalui kader jumantik dan tim promosi
kesehatan Puskesmas,” jelasnya.
Selain DBD, Dinkes juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi
penyebaran penyakit campak. Berdasarkan laporan sementara, terdapat 51 kasus
suspek dari Puskesmas dan 169 kasus suspek berdasarkan laporan rumah sakit.
“Semua masih berstatus suspek karena menunggu hasil pemeriksaan
laboratorium. Namun, penanganan medis sudah dilakukan secara maksimal,” tegas
Muhtadi.
Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kota Bandar Lampung tengah
menyiapkan Surat Edaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap campak, sejalan
dengan instruksi nasional.
Masyarakat pun diimbau untuk melengkapi imunisasi dasar anak serta segera
memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam
tinggi disertai ruam kemerahan.
“Kolaborasi antara pemerintah, kader, dan masyarakat sangat penting untuk
menekan angka penyakit menular di Bandar Lampung,” pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Universitas Teknokrat Indonesia Jalin Kerja Sama dengan BRIN, Akselerasi Inovasi dan Riset Berkelanjutan
Selasa, 31 Maret 2026 -
Nikmati Liburan Nyaman dengan Harga Terjangkau, Holiday Inn Lampung Bukit Randu Hadirkan Promo 'April Stay & Save'
Selasa, 31 Maret 2026 -
2.866 Siswa Lolos SNBP 2026 di Unila, Mayoritas dari Lampung
Selasa, 31 Maret 2026 -
Bandara Radin Inten II Catat 83.977 Penumpang dan 551 Pergerakan Pesawat Saat Lebaran 2026
Selasa, 31 Maret 2026








