Pemprov Lampung Gelontorkan Puluhan Miliar Perbaiki Jalan di Lambar
Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Dr. Anang Risgiyanto saat menyampaikan sambutan. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan provinsi di Lampung Barat pada tahun 2026. Langkah ini diharapkan mampu menjawab keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur yang rusak di beberapa wilayah.
Kabar tersebut disampaikan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten yang digelar di Aula Kagungan, Sekretariat Daerah Lampung Barat, Senin (30/3/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, beserta jajaran. Hadir pula Gubernur Lampung yang diwakili Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Dr. Anang Risgiyanto, beserta jajaran, perwakilan Polres Lampung Barat, Dandim 0422/LB Letkol Inf Rizky Kurniawan, serta Kajari Lampung Barat Wahyu Hidayatullah.
Jajaran Forkopimda serta sejumlah tamu undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kegiatan juga digelar secara hybrid dan diikuti sejumlah perangkat daerah, baik di tingkat kecamatan hingga pekon yang tersebar di wilayah Bumi Sekala Bekhak.
Dalam pemaparannya, Parosil menjelaskan bahwa sejumlah ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi mulai mendapatkan penanganan, baik melalui pemeliharaan rutin maupun peningkatan kualitas jalan secara bertahap.
Salah satu ruas yang telah ditangani adalah jalan Way Mengaku menuju perbatasan OKU Selatan. Saat ini, kondisi jalan tersebut mulai membaik setelah dilakukan perbaikan pada titik-titik kerusakan. “Lubang-lubang di ruas itu sudah mulai ditutup. Artinya, penanganan awal sudah berjalan dan tinggal menunggu tahap peningkatan,” kata Parosil.
Ia menambahkan, peningkatan jalan Way Mengaku–OKU Selatan direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, sekitar April hingga Mei 2026, dengan dukungan anggaran lebih dari Rp4 miliar.
Selain itu, perhatian besar juga diberikan pada ruas jalan Sukabumi–Suoh di Kecamatan Bandar Negeri Suoh yang merupakan jalur strategis penghubung wilayah.
Untuk ruas tersebut, pemerintah provinsi menyiapkan anggaran yang cukup besar, yakni lebih dari Rp50 miliar. Namun, penanganannya diperkirakan masih dilakukan secara bertahap dan belum mencakup seluruh ruas hingga Tanjung Sari.
“Anggarannya memang besar, tetapi pengerjaannya kemungkinan baru sebagian. Sisanya akan menyesuaikan kemampuan anggaran ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, ruas jalan Sumber Jaya–Tebu Gedung Surian hingga Ulubelu juga masuk dalam daftar perbaikan dengan alokasi anggaran sekitar Rp2,4 miliar.
Meski demikian, Parosil mengakui bahwa nilai anggaran tersebut masih terbatas jika dibandingkan dengan tingkat kerusakan jalan yang mencapai sekitar tiga kilometer.
Dengan anggaran yang tersedia, panjang jalan yang dapat diperbaiki diperkirakan hanya sekitar 600 hingga 700 meter. “Kondisi di lapangan memang masih jauh dari tuntas. Perbaikan dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran,” jelasnya.
Parosil menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya mendorong agar ruas-ruas dengan kerusakan berat dapat menjadi prioritas penanganan di tingkat provinsi.
Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan mendesak karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi agar program pembangunan berjalan selaras dan tepat sasaran.
“Kalau infrastruktur jalan membaik, tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Parosil.
Ia mengungkapkan bahwa tidak semua ruas jalan dapat ditangani sekaligus, mengingat keterbatasan anggaran. Meski demikian, Pemerintah Lampung Barat akan terus mengupayakan agar perbaikan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan.
Dengan adanya dukungan anggaran tersebut, diharapkan konektivitas antarwilayah di Lampung Barat semakin lancar dan mampu mendorong pemerataan pembangunan di seluruh daerah.
Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Dr. Anang Risgiyanto, menambahkan bahwa selain infrastruktur, Pemerintah Provinsi Lampung juga mengalokasikan anggaran yang cukup signifikan untuk program Desaku Maju tahun 2026, di antaranya penyediaan pupuk hayati cair sebesar Rp11,6 miliar di 1.500 lokus di Provinsi Lampung.
“Kemudian pengadaan mesin dryer ada 82 unit ditambah 18, total 100 unit. Kemudian pelatihan warga untuk vokasi ada 500 orang dalam rangka penguatan program Koperasi Merah Desa Putih,” pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
265 Usulan Masuk Musrenbang, Ketua DPRD Lampung Barat Minta Program Tepat Sasaran
Senin, 30 Maret 2026 -
Songsong Era Digital, UTS SD di Lampung Barat Perdana Gunakan Smartphone
Senin, 30 Maret 2026 -
Bupati Lambar Tegas: Kendaraan Pelat Luar Tak Boleh Parkir di Area Pemda
Senin, 30 Maret 2026 -
Bupati Lampung Barat Semprot ASN Asyik Main Medsos di Jam Kerja
Senin, 30 Maret 2026








