• Kamis, 26 Maret 2026

Krisis Air Berlarut, Warga Tanjung Raya Lampung Barat Ultimatum Perumda Limau Kunci

Kamis, 26 Maret 2026 - 15.51 WIB
31

Potongan video proses audiensi masyarakat Pekon Tanjung Raya, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat dengan pihak Perumda Limau Kunci. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat – Warga Pekon Tanjung Raya, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, melayangkan peringatan keras kepada Perumda Limau Kunci terkait krisis air bersih yang tak kunjung teratasi. Masyarakat mengancam akan mengambil langkah lanjutan jika tidak ada solusi nyata dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Peratin Tanjung Raya, Johan Safri, saat berdialog dengan perwakilan Perumda Limau Kunci dalam pertemuan yang berlangsung Kamis (26/3/2026).

Dalam pertemuan itu, Johan menegaskan bahwa kedatangan warga ke kantor Perumda merupakan upaya mencari solusi secara baik-baik, bukan untuk memicu konflik.

“Kami datang ke sini untuk menyelesaikan masalah, tidak untuk macam-macam. Tapi ke depan, jika ini tidak ditanggapi dan tidak ada solusi, maka masyarakat akan bergerak dengan caranya sendiri,” tegas Johan.

Ia mengungkapkan, persoalan distribusi air bersih di wilayahnya bukan hal baru. Krisis tersebut bahkan telah dirasakan warga selama berbulan-bulan, dengan sebagian masyarakat mengaku tidak mendapatkan aliran air hingga enam bulan, bahkan ada yang mencapai satu tahun.

Menurutnya, kondisi semakin memburuk saat bulan Ramadan, di mana sebagian besar wilayah tidak mendapatkan pasokan air sama sekali.

“Selama bulan puasa kemarin, mayoritas air tidak mengalir. Ini yang menjadi keluh kesah masyarakat,” ujarnya.

Johan juga menyoroti ketidakpastian distribusi air yang selama ini terjadi. Ia meminta Perumda memberikan kejelasan terkait jadwal pendistribusian serta penjelasan teknis atas kendala yang terjadi di lapangan.

“Yang penting itu kepastian. Jangan sampai masyarakat terus menunggu tanpa kejelasan,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat tidak keberatan jika distribusi air dilakukan secara bergilir, selama terdapat kejelasan yang bisa dipahami bersama. Namun jika kondisi ini terus berlarut, dikhawatirkan akan memicu reaksi yang lebih besar dari warga.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Perumda Limau Kunci, Indra Gunawan, mengakui adanya gangguan distribusi air, khususnya menjelang Idulfitri.

Ia menjelaskan, kendala tersebut dipicu oleh hujan lebat yang menyebabkan jaringan air tersumbat lumpur, sehingga berdampak pada menurunnya debit air yang didistribusikan ke pelanggan.

Menurutnya, pihak Perumda telah menginstruksikan petugas untuk segera melakukan perbaikan dan penanganan di lapangan guna memulihkan layanan.

Meski demikian, warga berharap upaya tersebut tidak hanya sebatas janji, melainkan segera direalisasikan agar krisis air bersih yang berkepanjangan dapat segera teratasi dan tidak berujung pada aksi lanjutan. (*)