Korban Tenggelam di Pantai Krui Dipulangkan, Pemkab Lambar Berikan Fasilitas Penjemputan
Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, bersama Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial dan sejumlah jajaran pemerintah daerah, melayat ke rumah duka almarhum Fikran Aulia (19), korban tenggelam di Pantai Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Rabu (25/3/2026). Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, bersama Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial dan sejumlah jajaran pemerintah daerah, melayat ke rumah duka almarhum Fikran Aulia (19), korban tenggelam di Pantai Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Rabu (25/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk empati dan kepedulian pemerintah daerah terhadap keluarga korban yang tengah berduka. Suasana haru menyelimuti kedatangan rombongan saat disambut pihak keluarga di Pekon Tribudi Syukur, Kecamatan Kebun Tebu.
Fikran Aulia diketahui merupakan putra dari Nana Permana, warga setempat. Korban sebelumnya dilaporkan tenggelam saat berada di kawasan Pantai Krui, dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (24/3/2026).
Peristiwa tersebut menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat sekitar yang turut merasakan kehilangan atas kepergian korban di usia muda.
Dalam kesempatan itu, Bupati Parosil Mabsus menyampaikan langsung ucapan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia juga mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat turut berbelasungkawa atas tragedi ini. Semoga almarhum ditempatkan di surga-Nya Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan,” ujar Parosil.
Parosil mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait musibah tersebut sejak sehari sebelumnya. Mendengar kabar tersebut, ia langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk segera memberikan bantuan kepada keluarga korban.
Salah satu langkah cepat yang dilakukan pemerintah daerah adalah memfasilitasi penjemputan jenazah korban dari Pesisir Barat menuju Lampung Barat. Penjemputan dilakukan menggunakan kendaraan dinas camat setempat.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan mobil ambulans dari Kabupaten Lampung Barat untuk membantu proses pemulangan jenazah hingga ke rumah duka.
Menurut Parosil, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan dan perhatian kepada masyarakat, khususnya saat menghadapi musibah.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang berduka diharapkan dapat memberikan dukungan moril serta meringankan beban keluarga korban.
Dalam kesempatan yang sama, Parosil turut mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai, khususnya di Pantai Krui yang dikenal memiliki ombak cukup besar.
Ia meminta masyarakat untuk selalu mematuhi rambu-rambu peringatan yang telah dipasang di lokasi wisata, terutama terkait potensi bahaya seperti palung pasir di dasar laut. Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Sementara itu, orang tua korban, Nana Permana, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Barat atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan.
“Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati beserta jajaran yang telah hadir dan membantu kami dalam situasi ini. Kehadiran pemerintah menjadi semangat bagi kami,” ujar Nana.
Ia juga mengapresiasi fasilitas yang diberikan pemerintah, mulai dari penjemputan hingga pengantaran jenazah, yang dinilai sangat membantu keluarga di tengah situasi duka.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa tenggelamnya wisatawan juga terjadi di kawasan Pantai Mandiri, Pekon (Desa) Balai Kencana, Kecamatan Krui Selatan, pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Insiden tersebut melibatkan tiga orang wisatawan yang berasal dari Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) yang diduga terseret arus saat berenang di sekitar bibir pantai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kupas Tuntas, dua dari tiga korban berhasil diselamatkan oleh warga dan pengunjung lain yang berada di lokasi kejadian. Sementara satu orang lainnya saat itu masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan bersama masyarakat setempat.
Dua korban yang berhasil selamat diketahui bernama Dedi Saputra dan Heri Setiawan. Keduanya sempat mengalami kesulitan saat berada di air, namun berhasil dievakuasi dengan cepat sehingga nyawa mereka dapat diselamatkan.
Sehari berselang, korban tenggelam yang sebelumnya dinyatakan hilang di kawasan Pantai Mandiri, Kecamatan Krui Selatan, juga akhirnya ditemukan pada Selasa pagi (24/3/2026). Korban diketahui bernama Muhammad Alfareza, yang sebelumnya dilaporkan terseret arus saat berenang bersama rekannya.
Informasi penemuan korban disampaikan langsung oleh Peratin (Kepala Desa) Pekon Mandiri Sejati berdasarkan video yang diterima Kupas Tuntas. Dalam keterangannya, korban ditemukan sekitar pukul 08.15 WIB setelah dilakukan upaya pencarian sejak hari sebelumnya.
Peratin Pekon Mandiri Sejati, Sahrudin menjelaskan, saat itu dirinya sedang berada di lokasi untuk berdoa ketika menerima laporan dari warga terkait adanya penemuan jasad korban di sekitar perairan Pantai Mandiri Sejati. Laporan tersebut kemudian langsung ditindaklanjuti bersama tim yang berada di lokasi. (*)
Berita Lainnya
-
Dapur Belum Lengkapi Sertifikat Terancam Disetop, MBG Mulai Lagi 30 Maret
Rabu, 25 Maret 2026 -
Kecelakaan di Pasar Liwa Lampung Barat, Pengendara Motor Ditemukan Tergeletak Bersimbah Darah
Rabu, 25 Maret 2026 -
Tiga Rumah Ludes Terbakar di Belalau, Parosil Pastikan Penanganan dan Bantuan Korban
Selasa, 24 Maret 2026 -
Korban Hilang di Pantai Mandiri Pesibar Ditemukan Meninggal Dunia
Selasa, 24 Maret 2026








