Polres Metro Amankan 18 Titik Salat Idul Fitri Muhammadiyah
Sejumlah personel Kepolisian Resort Metro saat melakukan pengamanan di sejumlah titik lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri warga Muhammadiyah. Foto: Arby/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Metro - Kepolisian Resor (Polres) Metro memastikan pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar warga Muhammadiyah di Kota Metro dan sekitarnya berlangsung aman dan tertib. Sedikitnya 18 titik lokasi ibadah mendapat pengamanan langsung dari aparat kepolisian.
Berdasarkan data yang dihimpun Kupastuntas.co, Jumat (20/3/2026) sebaran lokasi salat Idul Fitri Muhammadiyah tersebar di hampir seluruh wilayah Metro. Kecamatan Metro Pusat menjadi wilayah dengan jumlah titik terbanyak, yakni enam lokasi.
Selanjutnya Metro Timur dengan tiga lokasi, Metro Utara dua lokasi, Metro Barat dua lokasi, Metro Selatan dua lokasi, wilayah Hadimulyo dua lokasi, serta Batanghari satu lokasi.
Penyebaran titik ibadah ini menunjukkan tingginya partisipasi warga Muhammadiyah dalam melaksanakan salat Id lebih awal, sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi aparat dalam memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga.
Kapolres Metro, AKBP Hangga Utama Darmawan menegaskan bahwa secara umum pelaksanaan ibadah di wilayah hukum Polres Metro berjalan tanpa kendala berarti.
“Pelaksanaan salat Idulfitri oleh warga Muhammadiyah berlangsung lancar, aman, dan tertib. Tidak ditemukan gangguan yang menonjol selama kegiatan berlangsung,” kata dia saat dikonfirmasi media, Jumat (20/3/2026).
Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan secara menyeluruh dengan menempatkan personel di setiap titik strategis. Tidak hanya fokus pada area pelaksanaan ibadah, aparat juga melakukan pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan jamaah.
“Pengamanan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk komitmen kami dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami ingin memastikan umat bisa beribadah dengan khusyuk tanpa gangguan,” tegasnya.
Meski demikian, pengamanan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan lebih awal dari penetapan pemerintah kerap menjadi perhatian publik. Perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri bukan hanya soal keyakinan, tetapi juga soal kesiapan negara dalam mengelola potensi gesekan sosial di tengah masyarakat.
Namun di Kota Metro, situasi justru menunjukkan wajah sebaliknya. Perbedaan tersebut tidak memicu konflik, melainkan berjalan dalam koridor toleransi yang cukup terjaga.
Sejumlah warga Muhammadiyah mengaku merasa nyaman dengan kehadiran aparat kepolisian di lokasi ibadah. Mereka menilai pengamanan yang dilakukan tidak berlebihan, namun cukup efektif dalam menjaga ketertiban.
“Alhamdulillah kami bisa melaksanakan salat Idul fitri dengan tenang. Kehadiran Polisi khususnya Polres Metro menjadikan ketenangan dan kesejukan dalam ibadah salat Ied tahun ini. Polisi pun bekerja dengan iklas dan tulus membantu mengatur parkir dan arus kendaraan,” ujar Masrul, salah satu jamaah di wilayah Metro Timur.
Hal serupa juga disampaikan warga di Metro Pusat. Mereka mengapresiasi koordinasi yang terjalin antara pihak kepolisian dan panitia lokal, sehingga pelaksanaan ibadah dapat berjalan sesuai rencana.
“Sejak awal sudah ada komunikasi dengan aparat. Jadi semuanya tertata, dari parkir sampai pengamanan jamaah,” ungkap Andi Saputra.
Di tengah dinamika perbedaan penetapan hari raya, pengamanan yang dilakukan Polres Metro menjadi cerminan bahwa negara tetap hadir dalam menjamin kebebasan beribadah setiap warga. Namun di sisi lain, hal ini juga menjadi pengingat bahwa pengelolaan perbedaan masih membutuhkan pendekatan yang konsisten dan berkelanjutan.
Momentum Idulfitri yang semestinya menjadi ruang rekonsiliasi sosial, pada akhirnya bukan hanya diukur dari kemeriahan ibadah, tetapi juga dari kemampuan menjaga harmoni di tengah keberagaman pilihan.
Di Kota Metro, setidaknya untuk hari ini, harmoni itu masih terjaga dengan aparat berdiri di garis depan, dan masyarakat yang memilih untuk tetap saling menghormati. (*)
Berita Lainnya
-
H-1 Lebaran Harga Sembako Melonjak, Pasar Metro Tetap Dipadati Pembeli
Kamis, 19 Maret 2026 -
THR PPPK Paruh Waktu Tetap Rp300 Ribu, Pemkot Metro Sebut Telah Sesuai Aturan
Selasa, 17 Maret 2026 -
Soal THR PPPK Paruh Waktu Rp 300 Ribu, DPRD Metro Segera Panggil Walikota dan TAPD
Selasa, 17 Maret 2026 -
Arus Mudik di Terminal Mulyojati Menggeliat, Puncak Diprediksi Dimulai Hari Ini
Selasa, 17 Maret 2026








