• Jumat, 20 Maret 2026

‎Lintas Organisasi Turut Amankan Sholat Id di Bandar Lampung, Dirbinmas: Wujud Nyata Toleransi

Jumat, 20 Maret 2026 - 22.24 WIB
17

‎Lintas Organisasi Turut Amankan Sholat Id di Bandar Lampung, Dirbinmas: Wujud Nyata Toleransi. Foto: Ist.

‎Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Sejumlah organisasi lintas agama dan elemen masyarakat turut ambil bagian dalam pengamanan pelaksanaan Sholat Idulfitri di Kota Bandar Lampung.

Kegiatan ini berlangsung di tiga titik masjid utama di pusat kota, sebagai bentuk sinergi menjaga keamanan sekaligus memperkuat nilai persatuan di tengah keberagaman, Sabtu (21/03/2026).

‎Informasi yang dihimpun dari Direktorat Binmas Polda Lampung melalui Dirbinmas, Kombes Pol Indra Napitupulu, menyebutkan bahwa pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur kepolisian serta partisipasi masyarakat dari berbagai latar belakang.

‎Adapun tiga lokasi pengamanan meliputi :

‎1. Masjid Al Bakrie
‎Total personel pengamanan sebanyak 21 orang, terdiri dari :

‎Kapospam (Padal PAM): IPTU Tajudin bersama 7 personel

‎Pecalang Hindu: 8 orang

‎Pemuda Katolik: 4 orang

‎Pemuda Budha: 3 orang

‎Pemuda Kristen: 3 orang

‎2. Masjid Al Furqon
‎Total personel pengamanan sebanyak 20 orang, terdiri dari:

‎Kasubsatgas Tempat Ibadah (Padal PAM): IPDA Edywan bersama 7 personel

‎Pecalang Hindu: 7 orang

‎Pemuda Katolik: 4 orang

‎Pemuda Budha: 3 orang

‎Pemuda Kristen: 3 orang

‎3. Masjid At Taqwa
‎Total personel pengamanan sebanyak 18 orang, terdiri dari:

‎Kapospam (Padal PAM): IPTU Kusnadi bersama 7 personel

‎Pecalang Hindu: 6 orang

‎Pemuda Katolik: 3 orang

‎Pemuda Budha: 3 orang

‎Pemuda Kristen: 2 orang

‎Seluruh personel pengamanan telah melaksanakan apel kesiapan di lokasi masing-masing pada pukul 06.00 WIB yang dipimpin langsung oleh para perwira pengendali (Padal PAM).

‎Dirbinmas Polda Lampung, Kombes Pol Indra Napitupulu, menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam pengamanan ini merupakan simbol kuat persatuan dan kesatuan bangsa.

‎“Kegiatan ini bukan hanya soal pengamanan, tetapi juga menjadi cerminan nyata dari harmoni sosial di tengah keberagaman. Ketika saudara-saudara kita dari berbagai agama turut membantu menjaga kelancaran ibadah umat Muslim, itulah wujud toleransi yang sesungguhnya,” ujarnya, Jumat (20/03/2026).

‎Kolaborasi lintas organisasi ini diharapkan dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kebersamaan, menjaga keamanan, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

‎“Semangat gotong royong dan kebersamaan ini adalah kekuatan bangsa kita. Inilah Indonesia yang kita banggakan, hidup rukun dalam perbedaan,” tutupnya. (*)