• Selasa, 17 Maret 2026

Pemkot Bandar Lampung Salurkan Insentif untuk Ribuan Kader Kesehatan dan KB

Selasa, 17 Maret 2026 - 11.09 WIB
18

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyalurkan insentif kepada para kader Posyandu, BKB, TPK, Selasa (17/03/2026). Foto: Istimewa.

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyalurkan insentif kepada para kader Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), Tim Pendamping Keluarga (TPK), Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PKKBD), serta Sub-PKKBD sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendukung program kesehatan dan keluarga berencana di masyarakat.

Eva Dwiana menyampaikan, para kader tersebut merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.

Menurutnya, peran aktif para kader sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan warga.

“Para kader Posyandu, BKB, TPK, PKKBD dan Sub-PKKBD merupakan ujung tombak pelayanan di masyarakat. Pemerintah Kota Bandar Lampung sangat mengapresiasi kerja keras dan pengabdian para kader yang telah membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Eva, Selasa (17/03/2026).

Berdasarkan data, terdapat 4.236 kader Posyandu, 630 kader Poskeskel, dan 126 kelompok masyarakat (Pokmas) yang memiliki peran penting dalam menjalankan berbagai program kesehatan, termasuk penurunan stunting serta penguatan ketahanan keluarga.

"Penyerahan insentif ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap para kader yang selama ini berada di garis terdepan dalam pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu, bayi, dan balita, " katanya.

Baca juga : 5.824 PPPK Paruh Waktu Bandar Lampung Terima THR, Pemkot Kucurkan Rp 2,9 Miliar

Melalui pemberian insentif tersebut, diharapkan para kader semakin termotivasi dan terus aktif menjalankan tugasnya di tengah masyarakat.

"Pemerintah Kota Bandar Lampung juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program kesehatan, pemberdayaan keluarga, serta percepatan penurunan stunting melalui peran aktif para kader di tingkat kelurahan dan kecamatan, " ungkapnya.

Dengan sinergi antara pemerintah dan kader di lapangan, pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Bandar Lampung diharapkan semakin optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)