• Selasa, 17 Maret 2026

Arus Mudik di Terminal Mulyojati Menggeliat, Puncak Diprediksi Dimulai Hari Ini

Selasa, 17 Maret 2026 - 10.27 WIB
34

Aktivitas pemudik di Terminal Induk Mulyojati 16c, Metro Barat sudah mulai terlihat. Foto: Arby/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Denyut pergerakan pemudik di Terminal Tipe B Mulyojati 16c Kota Metro mulai terasa. Sejak Senin, 16 Maret 2026, arus keberangkatan penumpang menunjukkan tren peningkatan, menandai dimulainya fase awal mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Meski belum mencapai titik padat, geliat aktivitas di terminal yang menjadi simpul transportasi darat utama di Kota Metro ini menjadi sinyal bahwa gelombang mudik hanya tinggal menunggu waktu untuk benar-benar memuncak.

Kepala Terminal Tipe B Mulyojati 16c, Dwi Hera Pratiwi, mengakui adanya peningkatan jumlah penumpang, terutama pada layanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP).

“Untuk hari ini memang sudah mulai terlihat ada peningkatan jumlah penumpang dibandingkan hari sebelumnya, tetapi belum terlalu signifikan,” ujarnya saat diwawancarai awak media, Selasa (17/3/2026).

Meski masih dalam kategori landai, tren kenaikan ini diprediksi akan berubah drastis dalam waktu dekat. Pihak terminal memperkirakan puncak arus mudik mulai terjadi pada hari ini hingga 19 Maret 2026, periode yang dianggap krusial karena bertepatan dengan strategi sebagian masyarakat yang memilih pulang lebih awal untuk menghindari kepadatan ekstrem.

Fenomena ini bukan tanpa alasan. Selain faktor libur kerja yang mulai fleksibel, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menghindari kemacetan panjang dan lonjakan harga tiket menjadi pendorong utama percepatan arus mudik.

Di sisi lain, kondisi ini juga mengindikasikan perubahan pola perilaku pemudik yang kini lebih adaptif dan rasional dalam merencanakan perjalanan.

Menghadapi potensi lonjakan tersebut, pengelola terminal bersama instansi terkait mengklaim telah melakukan berbagai langkah antisipatif. Mulai dari memastikan kesiapan armada bus, pengaturan lalu lintas di area terminal, hingga penguatan pengawasan terhadap keselamatan penumpang.

Namun demikian, peningkatan arus mudik bukan hanya soal jumlah armada. Pengawasan terhadap kelayakan kendaraan, kedisiplinan operator, hingga keamanan barang bawaan penumpang menjadi tantangan klasik yang kerap muncul setiap musim mudik.

Jika tidak dikelola secara maksimal, lonjakan yang awalnya terkendali bisa berubah menjadi titik rawan baik dari sisi keselamatan maupun kenyamanan.

Tak hanya fokus pada arus mudik, pihak terminal juga mulai memetakan potensi arus balik. Berdasarkan prediksi, gelombang kepulangan penumpang diperkirakan mencapai puncaknya pada 25 hingga 27 Maret 2026.

“Kami memperkirakan arus balik akan mulai meningkat pada 25 sampai 27 Maret, karena biasanya masyarakat sudah mulai kembali ke tempat kerja atau aktivitas masing-masing,” jelas Dwi Hera.

Perencanaan ini menjadi penting mengingat arus balik kerap kali lebih padat dan tidak terdistribusi merata dibandingkan arus mudik.

Di tengah meningkatnya mobilitas, penumpang diimbau untuk lebih cermat dalam merencanakan perjalanan. Mulai dari memastikan jadwal keberangkatan, menjaga barang bawaan, hingga mematuhi aturan keselamatan selama perjalanan.

Pihak terminal juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pelayanan, terutama dalam menghadapi puncak arus mudik dan arus balik yang diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Meningkatnya arus mudik di Terminal Mulyojati 16c sejatinya menjadi alarm dini bagi seluruh pemangku kepentingan. Bahwa momentum Lebaran bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga ujian nyata bagi kesiapan sistem transportasi publik di daerah. (*)