287.802 Pemudik Masuk Sumatera, 183.820 Penumpang Menyeberang ke Jawa
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sebanyak 287.802 pemudik menyeberang ke Pulau Sumatera dari Pulau Jawa pada H-10 hingga H-6 Lebaran. Sementara ada 183.820 penumpang menyeberang ke Jawa dari Sumatera pada periode yang sama.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), sejak H-10 hingga H-6 Lebaran (11-15 Maret 2026), total penumpang yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 287.802 orang atau naik 8,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 264.174 orang.
Sementara total kendaraan tercatat 68.816 unit, meningkat 13,8 persen dari tahun lalu yang mencapai 60.452 unit. Pergerakan pemudik dari Jawa menuju Sumatera melalui tiga pelabuhan yakni Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara.
Pada periode yang sama, sebanyak 183.820 penumpang juga menyeberang dari Sumatera ke Jawa atau turun 1,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 186.134 orang.
Sementara total kendaraan mencapai 40.870 unit, meningkat 4,6 persen dari tahun lalu yang mencapai 39.077 unit. Arus penyeberangan dari Sumatera menuju Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu.
Khusus pada H-6 Lebaran (15 Maret 2026), tercatat sebanyak 88.791 penumpang menyeberang dari Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan BBJ Bojonegara menuju Sumatera pukul 00.00 hingga 23.59 WIB. Angka ini naik 44,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 61.383 orang.
Selama periode tersebut, kapal penyeberangan tercatat melakukan 134 trip perjalanan dari Jawa ke Sumatera.
Lonjakan juga terlihat pada jumlah kendaraan yang menyeberang, yakni sepeda motor tercatat 5.996 unit meningkat 89,7 persen dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 3.161 unit.
Sementara kendaraan roda empat mencapai 10.705 unit, naik 27,2 persen dari sebelumnya 8.413 unit.
Untuk kendaraan logistik, truk yang menyeberang mencapai 2.237 unit, meningkat 14,2 persen dari tahun lalu sebanyak 1.958 unit. Sedangkan bus penumpang tercatat 852 unit, naik 61,7 persen dibandingkan 527 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Selama periode yang sama, terdapat 131 trip kapal yang beroperasi di Pelabuhan Bakauheni. Total 46.641 penumpang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H-6, meningkat 14,9 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 39.708 orang. Jumlah kendaraan roda dua tercatat 877 unit atau naik 62,7 persen dari tahun lalu sebanyak 539 unit.
Sementara kendaraan roda empat mencapai 5.210 unit, meningkat 15,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.514 unit.
Untuk kendaraan logistik, truk tercatat 2.374 unit atau naik 13,4 persen dari tahun lalu yang mencapai 2.094 unit. Sedangkan bus yang menyeberang mencapai 631 unit, meningkat 5,2 persen dibandingkan 600 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, mengatakan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan operasional layanan penyeberangan agar mobilitas masyarakat dapat berlangsung lancar, aman, dan tertib seiring tren kenaikan penumpang dan kendaraan dari Jawa ke Sumatera.
Heru mengungkapkan, peningkatan ini menjadi indikator awal meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang puncak arus mudik Lebaran tahun ini.
"Kami melihat pergerakan masyarakat mulai meningkat menjelang periode mudik. Untuk itu, ASDP telah memperkuat kesiapan layanan penyeberangan, baik dari sisi operasional armada, fasilitas pelabuhan, hingga sistem layanan agar perjalanan pengguna jasa dapat berlangsung lancar," ujar Heru, Senin (16/3/2026).
Dalam mengantisipasi lonjakan tersebut, PT ASDP bersama para pemangku kepentingan telah menyiapkan pola operasional kapal di sejumlah lintasan utama, salah satunya pada lintasan Merak-Bakauheni telah disiapkan 28 hingga 33 kapal per hari.
Kemudian, pada lintasan Ciwandan-Wika Beton telah dioperasikan 9 hingga 12 kapal per hari, serta lintasan BBJ Bojonegara-BBJ Muara Pilu dengan 10 hingga 12 kapal per hari, yang seluruhnya menyesuaikan dengan dinamika pergerakan kendaraan.
Selain penguatan armada, ASDP juga menerapkan delaying system di sejumlah titik buffer zone, serta pengaturan arus kendaraan melalui pengalihan jalur menuju pelabuhan.
Dalam skema ini, Pelabuhan Merak diprioritaskan untuk kendaraan penumpang, Ciwandan untuk sepeda motor dan kendaraan barang, serta BBJ Bojonegara untuk kendaraan logistik guna menjaga distribusi kendaraan lebih terkelola.
Pengaturan operasional tersebut dilakukan untuk memberikan ruang bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.
Corporate Secretary PT ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa optimalisasi layanan juga dilakukan dari sisi fasilitas penumpang di pelabuhan.
"Kami terus meningkatkan kenyamanan pengguna jasa, mulai dari penambahan toilet, penerangan area pelabuhan, layanan customer service 24 jam, hingga fasilitas ramah bagi kelompok rentan seperti jalur difabel, ruang laktasi, serta fasilitas kesehatan," ujar Windy.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dengan membeli tiket lebih awal melalui kanal resmi Ferizy, yang telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan.
"Pastikan sudah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan dan datang sesuai jadwal kedatangan yang tertera pada tiket agar proses penyeberangan dapat berlangsung lebih tertib dan lancar,” tambahnya.
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengimbau kepada pengguna jasa penyeberangan agar membeli tiket Ferizy dari jauh hari.
"Jadi kami mengimbau calon pemudik dari Pulau Sumatera ke Jawa dan sebaliknya yang akan menggunakan jasa penyeberangan ASDP untuk membeli tiket dari jauh hari," ucapnya.
Pemerintah memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi sekitar H-2 dan atau H-3 sebelum Lebaran. Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Yusuf Nugroho, mengatakan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 18 Maret 2026. “Ya, memang untuk puncak arus mudiknya sendiri kurang lebih nanti pada tanggal 18 Maret 2026.
Namun, prediksi tersebut tentunya menjadi dasar agar pemerintah bisa menekan potensi kemacetan,” kata Yusuf.
Menurut Yusuf, pemerintah menyiapkan berbagai langkah rekayasa lalu lintas pun telah disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sejumlah jalur utama.
Salah satunya melalui penerapan berbagai skema rekayasa lalu lintas di jalur-jalur yang berpotensi padat.
“Pemerintah juga berupaya melakukan manajemen rekayasa lalu lintas, salah satunya melalui pelaksanaan mudik bareng seperti ini ataupun penerapan rekayasa lalu lintas lainnya,” ujar Yusuf.
“Misalnya melalui implementasi sistem satu arah, ganjil genap, serta pembatasan-pembatasan lalu lintas lainnya,” lanjut Yusuf.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, jumlah pergerakan masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai sekitar 143,9 juta orang. Angka tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menyiapkan berbagai langkah pengendalian arus mudik dan balik tahun ini.
Ada Penerbangan Ekstra Pengelola Bandara Radin Inten II Lampung memastikan adanya tambahan penerbangan ekstra untuk melayani penumpang yang ingin mudik ke kampung halaman selama periode angkutan Lebaran 2026.
General Manager Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, mengatakan berbagai maskapai seperti Lion Air, Garuda Indonesia, Super Air Jet telah menambah jumlah penerbangan hingga 64 penerbangan ekstra selama arus mudik dibandingkan hari biasanya. "Penambahan ekstra flight itu sudah dilakukan koordinasi dengan seluruh maskapai yang ada di Bandara Internasional Radin Inten II Lampung ini," katanya.
Selain itu, pengelola bandara telah meningkatkan keamanan selama arus mudik, melalui tambahan personil pengamanan dari TNI, Polri serta para petugas satuan pengamanan untuk membantu kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Ia juga menambahkan pengelola telah memberikan layanan khusus kepada penumpang, dengan meminta para tenant untuk memperpanjang masa jam kerja mulai dari penerbangan awal hingga kedatangan penumpang terakhir.
"Jadi semua tenant akan beroperasi sampai penerbangan terakhir dan kedatangan terakhir. Jadi bila ada penumpang yang ingin istirahat yang sekedar ngopi bisa di tenant yang sudah ada,” ujarnya.
Kiki juga mengimbau kepada para calon penumpang untuk tiba di bandara lebih awal agar bisa terhindar dari kemacetan. Para penumpang juga diharapkan untuk selalu mengecek jadwal keberangkatan terlebih dulu.
Berdasarkan data pada posko Lebaran di Bandara Radin Inten II, jumlah penumpang terpantau mengalami kenaikan dibandingkan periode tahun lalu. Per 13 Maret, jumlah penumpang mencapai 4.155 penumpang dibandingkan periode tahun lalu sebanyak 3.026 penumpang yang melintas bandara ini.
Jumlah tersebut juga melebihi angka prediksi penumpang di awal arus mudik yang hanya diperkirakan mencapai 3.100 orang. Dengan demikian, capaian yang melebihi prediksi memperlihatkan kenaikan antusiasme masyarakat dalam menjalankan kegiatan mudik tahun ini. Sementara itu, puncak arus mudik di Bandara Radin Inten II diperkirakan terjadi pada 18 Maret, sedangkan arus balik pada 24 Maret 2026. (*)
Artikel ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas, edisi Selasa 17 Maret 2026, dengan judul "287.802 Pemudik Masuk Sumatera"
Berita Lainnya
-
Penuhi Antrean Warung Makan Pondok Lestari, Berkah Ramadan dari Program Warteg Gratis Alfamart
Selasa, 17 Maret 2026 -
Izin SMA Siger Belum Terbit, Asroni Minta Publik Bersabar, Yayasan Masih Lengkapi Persyaratan
Selasa, 17 Maret 2026 -
SGC Buka Puluhan Ribu Lapangan Kerja untuk Kurangi Pengangguran
Senin, 16 Maret 2026 -
Avanza Tabrak Fuso di Tol Terpeka Lampung Tengah, 1 Pemudik Tewas
Senin, 16 Maret 2026








