• Kamis, 12 Maret 2026

Puncak Arus Mudik Diperkirakan 18 Maret, 44.500 Kendaraan Bakal Melintas di Tol Lampung

Kamis, 12 Maret 2026 - 11.54 WIB
23

Direktur Utama PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll, I Wayan Mandia, saat dimintai keterangan, Kamis (12/3/2026). Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - PT. Bakauheni Terbanggi Besar Toll memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan di ruas tol Bakauheni - Terbanggi Besar dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri tahun ini.

Direktur Utama PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll, I Wayan Mandia, mengatakan kondisi jalan tol saat ini dalam keadaan sangat baik dan siap dilalui oleh masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran.

"Dari kondisi jalan, perlu kami sampaikan bahwa kondisi jalan kita sangat mantap dan sangat siap untuk dilalui oleh masyarakat yang akan melakukan tradisi mudik maupun balik pada Lebaran Idul Fitri," ujarnya saat dimintai keterangan, Kamis (12/3/2026).

Selain kondisi jalan, pihak pengelola tol juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung guna mengantisipasi lonjakan kendaraan di gerbang tol. Salah satunya dengan menambah mobile reader untuk mempercepat transaksi pembayaran apabila terjadi antrean di gerbang tol.

Selain itu, layanan top up kartu uang elektronik juga diperkuat dengan menyediakan pos top up dan layanan mobile top up di sejumlah titik. Fasilitas ini disiapkan untuk membantu pengguna jalan tol yang mengalami kekurangan saldo saat melakukan transaksi.

Dari sisi layanan istirahat, ruas tol ini memiliki 12 rest area yang dapat dimanfaatkan oleh pemudik untuk beristirahat selama perjalanan. Pengguna jalan diimbau memanfaatkan fasilitas tersebut guna menghindari kelelahan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

"Di rest area masyarakat bisa beristirahat, melakukan ibadah, maupun menggunakan fasilitas lainnya. Toilet juga kami pastikan siap berfungsi, termasuk suplai air bersih apabila terjadi kekurangan," jelasnya.

Pengelola tol juga menambah personel untuk menjaga kebersihan dan meningkatkan pengamanan di kawasan rest area selama masa arus mudik dan balik Lebaran.

Berdasarkan perkiraan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret dengan volume kendaraan mencapai sekitar 44.500 kendaraan.

"Namun peningkatan lalu lintas sebenarnya sudah mulai terlihat sejak H-10, khususnya di Gerbang Tol Bakauheni Selatan yang mengalami kenaikan sekitar 30 hingga 40 persen dibandingkan kondisi normal," tuturnya.

Sementara itu, arus balik diperkirakan mencapai puncaknya pada H+2 Lebaran, dengan jumlah kendaraan yang melintas diproyeksikan mencapai 57.500 kendaraan.

Angka tersebut meningkat sekitar 41 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Secara nasional, jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik tahun ini diperkirakan mencapai 193 juta orang.

Dari jumlah tersebut, kendaraan yang diprediksi masuk ke ruas tol Bakauheni menuju Sumatera selama periode H-10 hingga H-1 diperkirakan mencapai sekitar 100.006 kendaraan.

Untuk membantu meringankan biaya perjalanan masyarakat, pengelola tol juga memberikan diskon tarif sebesar 30 persen bagi kendaraan yang menempuh jarak terjauh di ruas Tol Bakauheni - Terbanggi Besar.

"Diskon tersebut diberikan dalam dua periode, yakni pada 15 - 16 Maret untuk arus mudik, serta 26 - 27 Maret untuk arus balik," kata dia.

Selain itu, pengelola tol juga telah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas apabila terjadi kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Bakauheni. Salah satunya dengan menerapkan delay system atau sistem penundaan perjalanan di sejumlah rest area.

Empat rest area yang disiapkan sebagai kantong parkir untuk skema ini yakni Rest Area KM 20B, KM 49B, KM 67B, dan KM 87B. Namun kebijakan tersebut akan diterapkan secara situasional, tergantung pada kondisi lalu lintas menuju pelabuhan.

"Tidak serta-merta kita berlakukan delay system. Kita melihat kondisi di lapangan. Tahun lalu hanya rest area 20B yang dimanfaatkan untuk delay system, sementara yang lainnya hanya digunakan untuk screening tiket," jelasnya.

Di sisi lain, pengelola tol juga mengidentifikasi sejumlah titik rawan kecelakaan di ruas tol tersebut, di antaranya di KM 122, KM 40, serta ruas yang mendekati kawasan Bakauheni.

Menurut Wayan, kecelakaan kerap terjadi di jalur B karena pengemudi cenderung memacu kendaraan lebih cepat untuk mengejar waktu keberangkatan kapal di Pelabuhan Bakauheni.

"Biasanya pengemudi mengejar waktu untuk bisa masuk ke kapal, sehingga memacu kendaraan lebih cepat. Ini yang perlu diantisipasi oleh pengguna jalan," ujarnya.

Pihaknya pun mengimbau para pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan dengan menjaga kecepatan kendaraan, memanfaatkan rest area untuk beristirahat, serta memastikan saldo kartu elektronik cukup sebelum memasuki jalan tol. (*)